Gugah Minat Masyarakat, Ponpes Sirajul Huda Lombok Gagas Berugak Baca

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

419

LOMBOK — Minat baca sebagian masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini masih memprihatinkan. Tidak saja pada masyarakat perkotaan, tapi juga masyarakat pedesaan.

Banyak faktor yang menyebabkan mengapa minat baca masyarakat rendah, selain koleksi buku seringkali tidak update, distribusi buku bacaan juga tidak mengalami pemerataan, terutama di pedesaan.

“Selama ini distribusi buku tidak banyak mengalami pemerataan terutama ke pedesaan termasuk koleksi buku juga tidak banyak pilihan dan kurang update,” kata penggagas Berugak (rumah) baca yang juga Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Kabupaten Lombok Tengah, Ahmad Jumaeli Kamis (8/3/2018).

Perkembangan teknologi informasi dengan keberadaan gadget, smartphone termasuk media sosial juga turut mempengaruhi sebagian masyarakat, terutama kalangan muda larut, sehingga tidak banyak mau membaca.

Menurutnya, masyarakat, terutama masyarakat pedesaan bukan tidak memiliki minat baca tetapi fasilitas membacanya yang tidak ada, kondisi desa yang jauh dari perpustakaan dan toko buku membuat masyarakat susah mengases bahan bacaan yang bermutu.

“Atas kondisi itulah saya kemudian berinisiatif membuat berugak baca yang dikolaborasikan dengan taman agrowisata dan bebas diakses publik, meski berada di lingkungan Ponpes Sirajul Huda,” katanya.

Semenjak diresmikan beberapa bulan lalu yang dihadiri Sekjen PBNU, Helmi Faesal, berugak baca mulai ramai dikunjungi masyarakat maupun santri Ponpes.

Untuk koleksi buku di Berugak baca, bervariasi, mulai dari buku keislaman, karya umum termasuk buku novel. Dengan koleksi variatif tersebut diharapkan akan bisa menarik minat semua kalangan masyarakat tua muda maupun anak.

Untuk fasilitas dan koleksi buku bacaan masih sangat terbatas, Jumaili mengatakan buku yang ada kurang lebih 500 judul yang dikumpulkan dari buku-buku pribadinya dan sumbangan dari banyak pihak.

Pelatihan menulis
Susana diskusi tentang pentingnya membaca kemudian menulis di Berugak buku Ponpes Sirajul Huda, Kabupaten Lombok Tengah – foto: Turmuzi

Untuk pengembangan ke depan, laki-laki yang akrab disapa Jhellie ini mengatakan, ia sudah menyiapkan lahan khusus untuk berugak buku ini tak kurang dari 60 are yang merupakan tanah pribadinya.

Baiq Suyatni, guru Ponpes Sirajul Huda mengaku merasa senang dengan keberadaan Berugak baca, apalagi dengan banyak pilihan buku yang disediakan.

Ia mengaku, semenjak Berugak buku ada, tidak saja santri yang rajin datang berkunjung membaca, guru – guru juga banyak yang berkunjung membaca saat jam istirahat maupun saat tidak ada jam mengajar.

“Keberadaan Berugak baca sangat membantu membangkitkan semangat membaca masyarakat, siswa maupun guru untuk menambah wawasan dan pengetahuan,” katanya.

Gilang, Warga Desa Durian, Kecamatan Kopang mengatakan, banyak manfaat yang bisa didapatkam diberugak buku ini. Selain aktifitas membaca ia juga mendapatkan banyak teman baru, ilmu baru dari komunitas-komunitas yang mengadakan kegiatan disini.

 

“Banyak inspirasi saya dapatkan disini, baik dari buku yang kami baca, bertemu dengan komunitas teman-teman sesama pembaca dan penulis, juga masyarakat luas,” ungkapnya.

Gilang berharap, ke depan akan lebih banyak lagi komunitas-komunitas dan individu yang menyumbangkan bukunya dan juga fasilitas-fasilitas di berugak buku ini.

Baca Juga
Lihat juga...