hut

Hampir 2500 Pengungsi Burundi Seberangi Perbatasan DRC Menuju Rwanda

Ilustrasi bendera Burundi – Dokumentasi CDN

BUKAVU — Hampir 2.500 pengungsi Burundi dari satu kamp persinggahan di Republik Demokratik Kongo (DRC) pada Rabu (7/3) menyeberangi perbatasan untuk sampai ke Rwanda, kata Pemerintah DRC.

Seorang pejabat dari layanan migrasi di DRC mengatakan pengungsi Burundi tersebut, yang sebelumnya menetap di Kamanyola di Kivu Selatan, saat ini berada di Bugarama, Rwanda.

Misi PBB di DRC itu menyatakan telah mengawal pengungsi Burundi tersebut ke perbatasan dengan Rwanda untuk menyeberang.

“Mereka memberitahu kami bahwa mereka ingin meninggalkan kamp persinggahan Kamanyola di Republik Demokratik Kongo, dan meminta pasukan MONUSCO menemani mereka ke perbatasan dengan Rwanda. Kami menerimanya sejalan dengan mandat kami untuk melindungi warga sipil di tanah Kongo,” kata Juru Bicara MONUSCO di DRC Florence Marshall, Kamis pagi.

Di dalam satu pernyataan yang dikluarkan pada Rabu, seorang penasehat Presiden DRC Joseph Kabila mengatakan Rwanda telah setuju untuk menampung pengungsi itu di wilayahnya.

“Mereka bukan pengungsi tapi pencari suaka, dan mereka tidak melarikan diri. Kenyataannya ialah Pemerintah Kongo telah memutuskan untuk tidak memberi mereka suaka setelah penolakan mereka untuk mematuhi persyaratan tertentu mengenai masalah ini,” kata penasehat tersebut.

Kehadiran pengungsi Burundi itu di Provinsi Kivu Selatan telah menjadi akar beberapa kontroversi antara pemerintah dan penduduk lokal. Pemerintah Burundi juga telah berulangkali meminta pengekstradisian mereka ke Burundi.

Menurut beberapa sumber yang dekat dengan Misi PBB di DRC, pengungsi Burundi tersebut telah memutuskan untuk pergi ke Rwanda karena mereka khawatir akan diekstradisi secara paksa ke Burundi oleh Pemerintah DRC (Ant).

Lihat juga...