Harga Beras Jawa di Banjarmasin, Turun

663
H Rahman, pedagang beras Jawa di Pasar Muara Kelayan, Banjarmasin –Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN – Berlimpahnya kembali pasokan beras Jawa dari Surabaya, mendorong kembali turunnya harga beras tersebut di pasaran, sepekan terakhir.

Dari pantauan di salah satu pusat perdagangan beras di Banjarmasin, yakni Pasar Muara Kelayan, empat jenis beras Jawa yang paling banyak dibeli masyarakat harganya kini sudah berangsur turun.

“Pertama jenis beras lopo ijo, kini hanya dibandrol Rp290 ribu per 25 kg, dari sebelummya Rp300 ribu per 25 kg. Kemudian beras ikan terbang yang sebelumnya Rp320 ribu per 25 kg, kini hanya menjadi Rp305 ribu per 25 kg,” jelas H Rahman, pedagang beras di Pasar Muara Kelayan, Rabu (21/3/2018).

Sementara untuk beras Jawa lainnya, yakni Rojo Lele kini dibandrol Rp70 ribu per 5 kg, padahal sebelumnya mencapai Rp80 per 5 kg. Lalu, beras Melon yang sebelumnya dibandrol Rp295 per 25 kg, kini hanya menjadi Rp285 per 25 kg.

“Turunnya harga beras Jawa karena di Jawa sudah mulai masuk masa panen. Kalau panennya dekat Ramadhan seperti ini, kemungkinan harganya akan stabil sampai lebaran nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk beras lokal terpantau harganya masih cukup stabil di pasaran. Masih berlimpahnya pasokan dari beberapa daerah penghasil di hulu sungai dan batola serta permintaannya yang belum belum begitu besar, membuat harganya tiga pekan terakhir tidak mengalami kenaikan atau pun penurunan.

Untuk beras lokal jenis unus, misalnya, dibandrol Rp240 ribu per blek, lalu jenis siam dibandrol Rp160 ribu per blek. Kemudian jenis mutiara dijual Rp260 ribu per blek dan karang dukung dijual Rp220 ribu per blek.

“Kemungkinan kalau pun ada kenaikan, paling mulai dua pekan sebelum Ramadhan, karena menyesuaikan dengan permintaannya yang tinggi di masyarakat. Tapi, kalau pasokannya lancar kemungkinan kenaikannya hanya sedikit,” ucap Burhanuddin, pedagang beras lokal di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Banjarmasin, Khairil Anwar, mengatakan, jelang Ramadhan ini pihaknya akan intensif melakukan pemantauan harga sembako di pasaran, baik di tingkatan pedagang hingga distributor.

Upaya tersebut tentunya untuk memastikan, agar masyarakat bisa membeli harga sembako dengan harga kompetitif. Jika nantinya ditemukan ada kenaikan pada beberapa item harga bahan pokok, pihaknya akan langsung melakukan kordinasi dengan pelaku distributor hingga daerah penghasil agar pasokannya bisa segera ditambah.

“Seperti sebelumnya saat LPG 3 kg mengalami kelangkaan, kita segera lakukan koordinasi bersama Pertamina. Memang saat itu tidak bisa langsung stabil harganya, tapi kenaikannya kita usahakan tidak berlangsung lama,” tukasnya.

Baca Juga
Lihat juga...