Haryono Suyono: Almarhum Probosutedjo Dicintai Rakyat Kecil

Editor: Irvan Syafari

341
Prof D. H. Haryono Suyono, di ruang kerjanya di Universitas Trilogi, Senin (26.03.2018)- Foto: M. Fahrizal.

JAKARTA — Almarhum Probosutedjo adalah seorang pengusaha yang berjiwa sosial. Pada masa hidupnya beliau ikut membantu Perguruan Tinggi Taman Siswa dalam bentuk uang maupun dalam bentuk fasilitas.

Pak Probo juga sangat loyal pada Pak Harto, artinya pada tiap kesempatan beliau tidak pernah mencaci, ngerasani (membicarakan) jelek, yang disampaikan selalu yang bagus dan baik sehingga Pak Harto tidak pernah mengangkat Pak Probo menjadi Menteri, namun tetap menjadi pengusaha.

Demikian antara lain, diungkapkan Mantan Menko Kesra Kabinet Reformasi Pembangunan Prof Dr Haryono Suyono ketika ditemui Cendana News di kantornya, di Universitas Trilogi. Dia juga mengatakan, almarhum sangat perhatian kepada masyarakat miskin, terlebihpara petani.

Diceritakan lagi, walaupun Pak Probo menjadi Pengusaha, namun pribadinya tidak terlalu mencolok atau terlihat sebagai seorang pengusaha. Beliau tidak pernah menggunakan kesempatan Pak Harto sebagai seorang Presiden.

Beliau mempunyai jiwa sosialnya cukup tinggi ikut  berkonstribusi dalam pendirian museum, yang berada di tempat kelahiran Pak Harto, ikut serta membiayai pembuatan patung dan yang lainnya.

“Dapat dikatakan bahwa harta benda beliau bukan untuk dia pribadi, karena untuk diri pribadi harta beliau sudah melimpah. Beliau juga ngopeni orang-orang tertentu dengan subsidi misalnya memberangkatkan Haji, atau yang lainnya,” jelasnya, Senin, (26/03/2018).

Menurut Haryono, Pak Probo ketika mengadakan acara selalu mendatangkan anak-anak Yatim Piatu. “Jadi caranya membantu, ya, seperti itu, mendatangkan anak yatim piatu untuk ikut pesta bersama dirinya, bukan para pejabat-pejabat tinggi yang beliau undang,” katanya lagi.

Pada saat Pak Harto telah meninggal dunia, ketika hari Raya Idul Fitri, Pak Probo berada di Cendana berdiri bersama-sama untuk ikut serta membalas salam sahabat-sahabat Pak Harto yang ribuan berdatangan. Mereka berdatangan mulai dari pagi setelah Salat Id.

“Beberapa kali Lebaran setelah Pak Harto meninggal, Pak Probo menjadi orang tua di Cendana, sehingga saya dan yang lainnya merasakan kehadiran Pak Probo itu seperti merasakan bahwa Pak Harto masih hidup, karena saudaranya (Pak Probo) masih ada di sana di samping putra putrinya secara lengkap,” kenang Haryono.

Tidak hanya dirinya yang menaruh hormat kepada Pak Probo, hampir seluruh sahabat Pak Harto juga menaruh hormat kepada Pak Probo, karena walaupun Pak Probo saudara dari Presiden namun tidak memiliki sifat sombong tetapi tetap dekat dengan masyarakat miskin.

“Hubungannya dengan Taman Siswa pun berjalan dengan bagus, walaupun banyak membantu, beliau tidak ada keinginan untuk menjadi Ketua Dewan Pembina. Beliau justru memberikan kedudukan itu kepada orang lain. Beliau lebih banyak di belakang layar dalam hal urusan bantu membantu khususnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial,” ungkapnya.

Dikakatakan Haryono, Pak Probo merupakan contoh bahwa walaupun beliau orang dekat dengan Presiden, namun kedekatannya tidak disalahgunakan, tidak tergila-gila akan kekuasaan maupun jabatan.

“Beliau selalu menganggap dirinya adalah orang biasa,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.