Herry Sebut Kebenaran Servis Hanya Diketahui Hakim dan Tuhan

257
Ilustrasi pukulan servis bulutangkis- Foto : Dokumentasi CDN

JAKARTA – Pelatih ganda putra Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Herry Iman Pierngadi menyebut, penilaian kebenaran servis hanya ada di hakim servis dan Tuhan.

Pernyataan tersebut menyikapi, keputusan lima kali dari Service Judge terhadap servise pebulutangkis Indonesia Fajar Alfian di laga final ganda putra Jerman Terbuka 2018. “Sekarang untuk servis hanya penilaian sesaat saja. Yang tahu hanya service judge dan Tuhan. Keputusannya mutlak, tidak bisa diprotes,” kata Herry, Senin (12/3/2018).

Ketentuan mengharuskan pemain melakukan servis dengan ketinggian maksimal 1,15 meter dari permukaan lapangan. Ketentuan tersebut merugikan semua pemain, terutama yang berpostur tubuh tinggi. Hal itu seperti yang dialami oleh Fajar dalam laga tersebut.

Dalam turnamen itu, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang mengalami kekalahan di partai final oleh Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang), dengan skor 16-21, 18-21 sedikit banyak dipengaruhi oleh penilaian hakim servis mengenai kewenangan dan tugas mereka.

“Jadi kita untuk saat ini bergantung pada seseorang, bisa saja dibilang kemenangan ditentukan oleh service judge. Seperti Fajar Alfian main dari putaran pertama sampai semifinal di Jerman itu servisnya aman, tetapi kenapa di final bisa disalahkan sampai lima kali? Saya lihat posisinya servisnya sama, tingginya sama, semua sama, tapi service judge-nya beda orang,” tandas Herry.

Sementara, hingga kini belum ada teknologi yang mendukung penilaian dengan aturan baru tersebut. Sehingga peluang terjadinya kesalahan karena faktor manusia atau human error menjadi besar.

“Jadi yang menentukan itu service judge. Kalau perlu ada hawk eye juga, jadi kalau dinyatakan salah, kita bisa challenge dengan bukti yang jelas, ada rekaman, otentik dan bisa dipertanggungjawabkan, ini akan lebih fair,” kata Herry.

Hanya saja Herry menegaskan, harus mencari solusinya untuk persoalan tersebut dan jangan sampai terlalu lama menyalahkan aturan baru tersebut. “Karena bagaimanapun juga, aturan ini harus dijalani dan semua yang berkepentingan harus beradaptasi,” tuturnya.

Aturan baru mengenai batasan tinggi servis ini, ditetapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), mulai berlaku mulai dari turnamen bulu tangkis All England 2018. Aturan tersebut berlaku hingga 2021 mendatang. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...