Ibu-ibu PKK Kunci Penggerak Posdaya Purbadaya

Editor: Satmoko

189

YOGYAKARTA – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Ibu-ibu PKK menjadi kunci penggerak Posdaya Purbadaya, yang terletak di kampung Purbonegaran, RW 11 Kelurahan Terban, Gondokusuman, Yogyakarta.

Merekalah yang selama ini menggerakkan dan memberdayakan warga hingga menjadi salah satu kampung berprestasi di Kota Yogyakarta.

Selain mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal masyarakat setempat, kampung Purbonegaran juga tercatat sebagai juara berbagai ajang lomba. Baik itu kampung hijau, kampung panca tertib, kampung ramah anak, kampung administrasi, kampung tanggap bencana, kampung tertib jam belajar masyarakat hingga juara 1 nasional kampung Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Ketua Posdaya Purbadaya, Rahmah (56) menyatakan, Posdaya Purbadaya pertama kali dibentuk oleh Yayasan Damandiri pada 2014 lalu, oleh Prof Dr Haryono Suyono. Melalui kegiatan KKN UNY, Posdaya Purbadaya dibentuk untuk mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat baik masalah lingkungan, kesehatan, pendidikan maupun ekonomi.

Suasana kampung Purbonegaran, RW 11 Kelurahan Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Foto: Jatmika H Kusmargana

Terdiri dari 5 wilayah RT, kampung yang terletak di pusat kota Yogyakarta ini memiliki sekitar 400 warga yang terdiri dari 170 KK. Mayoritas warga bekerja sebagai buruh harian lepas maupun pedagang dan wiraswasta. Selain penduduk pribumi, banyak warga pendatang menetap di kampung dengan pemukiman sangat padat ini.

“Total kita memiliki sebanyak 28 kegiatan pemberdayaan. Mayoritas kegiatan itu digerakkan oleh ibu-ibu PKK yang berbasis pada kelompok dasawisma. Kenapa lebih banyak dilakukan ibu-ibu, karena memang ibu-ibulah yang lebih banyak di rumah,” ujar Ketua Posdaya Purbadaya, Rahmah.

Di bidang lingkungan, Posdaya Purbadaya aktif menjalankan sejumlah program kegiatan di antaranya penghijauan kampung, penataan kawasan rawan kumuh di sekitar bantaran sungai, pembuatan sumur resapan, kerja-bakti, hingga mengontrol jentik nyamuk di rumah-rumah warga.

“Meski berada di wilayah pemukiman padat, kami memiliki kebun kelompok yang ditanami sayur-sayuran dan toga. Kami juga memiliki kelompok tanggap bencana yang disiapkan untuk mengatasi banjir saat musim hujan. Karena dua wilayah RT kampung kami berada di dekat aliran sungai,” katanya.

Di bidang kesehatan, Posdaya Purbadaya rutin melakukan sejumlah kegiatan seperti posyandu balita, posyandu lansia hingga olahraga senam bagi warga setiap bulannya. Tak hanya itu, memanfaatkan kegiatan KKN mahasiswa yang ada, Posdaya Purbadaya juga rutin membuka layanan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

“Kita juga memiliki posko pengecekan kesehatan gratis. Tenaganya adalah mahasiswa kesehatan yang KKN di sini. Selain melayani pemeriksaan, mereka juga biasa keliling kampung untuk mendata kesehatan warga,” katanya.

Di bidang pendidikan, Posdaya Purbadaya aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui lembaga PAUD. Para ibu kader Posdaya, juga mampu mendorong terciptanya budaya jam belajar masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan ditetapkannya kampung Purbonegaran sebagai juara 2 lomba tertib jam belajar masyarakat tingkat kota Yogyakarta.

“Setiap hari mulai pukul 18.00-21.00 warga kita ajak untuk mematikan TV secara bersama-sama. Setiap keluarga yang memiliki anak sekolah juga kita dorong untuk melarang anaknya keluar rumah, nongkrong-nongkrong, dan sebagainya. Alhamdulillah sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir,” katanya.

Kebun sayur-sayuran dan toga milik kelompok ibu-ibu Posdaya Purbadaya. Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, di bidang ekonomi, melalui kegiatan P2WKSS, Posdaya Purbadaya aktif melakukan upaya pemberdayaan bagi warga yang tidak bekerja. Bekerja sama dengan pemerintah, mereka menggelar berbagai pelatihan khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga. Baik itu pelatihan membuat makanan atau kuliner hingga membuat kerajinan.

“Awalnya hanya ada 20 orang ibu-ibu yang dilatih. Namun sekarang sudah berkembang menjadi 36 orang lebih. Mereka tidak hanya dilatih membuat produk, namun juga dilatih manajemen. Bagaimana caranya mulai membuka berbagai macam usaha. Sampai sekarang banyak yang sudah berkembang. Walaupun skala kecil, namun dapat menambah pemasukan keluarga,” katanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.