Indonesia Bersiap jadi Tuan Rumah Trilateral Para Ulama

Editor: Koko Triarko

263

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, mengatakan pertemuan tertutup dengan para tokoh ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) membahas soal isu keagamaan di Afganistan pascakunjungan kenegaraan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), pada pekan lalu.

JK ke Afganistan untuk menjadi pembicara tamu dan berbagi pengalaman dalam upaya perdamaian dalam konferensi ‘Kabul Peace Process’.

“Dari kunjungan Pak JK ke Afganistan, saat ini akan kita persiapkan pertemuan ulama trilateral antara Indonesia, Afganistan, dan Pakistan yang akan digelar bulan ini,” kata Retno, usai pertemuan tertutup di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Menurutnya, jelang pertemuan trilateral ini, Humanitarian Coordination Forum (HCF) dan ulama Afganistan telah dua kali berkunjung ke tanah air bertemu dengan para ulama Indonesia.

Menurut Retno, kini pemerintah mempersiapkan pertemuaan trilateral para ulama untuk Indonesia menjadi tuan rumah. Bahkan, pertemuan trilateral ini juga sudah disampaikan JK pada konferensi Kabul Peace Process.

Baca: Wapres dan MUI Bahas Persiapan Pertemuan Ulama Afganistan-Pakistan

Saat ini, lanjut Retno, pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi intensif dengan Pakistan untuk mempersiapkan wakil-wakil ulamanya. Begitu pula komunikasi dengan pihak-pihak lain terus ditingkatkan, guna terwujudnya pertemuan trilateral para ulama.

Disampaikan pula, pemerintah Indonesia juga mempersiapkan program beasiswa untuk masyarakat Afganistan dalam rangka upaya peningkatan kapasitas sebagai bagian dari perwujudan perdamaian.

Ada pun rencana pemberian beasiswa dari Indonesia kepada masyarakat Afganistan adalah di bidang pertambangan dan agama.

Jadi, tegas Retno, secara khusus ada permintaan dari Afganistan, yaitu peningkatan kapasitas dari Indonesia untuk bidang pertambangan. “Kita sudah sepakat memberikan beasiswa di bidang pertambangan. Ada ratusan beasiswa yang akan kita berikan,” ungkap Retno.

Sedangkan untuk bidang keagamaan, program beasiswa untuk ulama-ulama dari Afganistan juga telah dipersiapkan MUI. “Alhamdulillah, dalam pertemuan tadi, MUI juga sudah menyiapkan 135 beasiswa untuk Afganistan,” ujarnya.

Selain itu, jelas dia lagi, Afganistan juga meminta Indonesia membantu peningkatan ekspor dan impor, guna menaikkan daya saing produk mereka. Ini sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi Afganistan. Apalagi, Afganistan sebagai negara land locked atau negara yang tidak mempunyai pelabuhan.

“Afganistan merasa sangat perlu meningkatkan produknya. Mereka meminta Indonesia untuk mendorong sektor swasta, terutama ekspornya. Ini agar barang-barang mereka memiliki daya saing yang lebih baik dari sebelumnya,” pungkas Retno.

Baca Juga
Lihat juga...