Indonesia Butuh Konsep dan Riset Karbon Biru

298

JAKARTA – Indonesia perlu siapkan konsep matang yang didukung riset kuat untuk menaikkan isu karbon biru di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim. Tanpa dukungan riset yang baik, konsep yang ditawarkan akan sulit diterima oleh negara lain.

Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Palestina yang juga Duta Besar RI untuk PBB periode 2004-2007 Makarim Wibisono mengatakan, konsep Karbon Biru tidak bisa hanya disampaikan bagian pucuk-pucuknya atau bagian obyektifnya saja. Penyampaian konsep harus didukung sumber-sumber hasil riset yang baik.

“Tanpa hasil riset yang kuat, maka sulit sekali akan diterima negara-negara lain,” kata Makarim, Senin (12/3/2018).

Interpretasi atas gejala dipermukaan bumi disebut Makarim berbeda-beda. Kondisi tersebut harus disikapi dengan argumen-argumen dan melengkapinya dengan bukti-bukti ilmiah. Untuk itu, Indonesia harus memperkuat dengan riset-riset terkait karbon biru, terlebih lagi Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki kekayaan.

“Jadi kemauan politik kita harus menjawab ini. Apakah setelah ada keberanian menyuarakan karbon biru itu lalu bisa membuat aliansi? Semua kekuatan di Indonesia harus mendorong untuk mencapai kesepakatan itu,” ujar dia.

Mengenai kolaborasi yang harus dilakukan dalam memperkuat riset kelautan, Makarim mengingatkan, hendaknya dilakukan dengan kerja sama di dalam negeri. “Platform kita Merah Putih, jadi kepentingan nasional. Tentunya kalau kita kerja sama dengan luar negeri pasti kepentingannya untuk nasional dan mereka,” ujar Dia. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...