Indonesia Harus Berjuang Melawan Produk Impor

Editor: Mahadeva WS

312
Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaja - Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA — Agenda peringatan mengenang Bapak Pembangunan Indonesia HM Soeharto diharapkan menjadi momentum untuk membangun desa menjadi lebih sejahtera.

Semangat patriotisme dan rela berkorban yang ditunjukkan Pak Harto maupun pejuang lainnya untuk membela bangsa dan negara dengan melawan penjajah harus diteladani.

“Dulu musuh kita penjajah. Tapi sekarang musuh kita adalah produk-produk impor. Sehingga perjuangan kita sekarang bukan dengan senjata, melainkan menggunakan produk dalam negeri dan tidak menggunakan produk impor. Gerakan cinta produk dalam negeri harus jadi pelopornya,” tandas Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaja, Minggu (4/3/2018).

Pada acara Pesta Rakyat mengenang bapak Pembangunan Indonesia HM Soeharto yang digelar di Moseun Memorial HM Soeharto, Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Subiyakto menyebut, mewujudkan semangat partiotisme dan rela berkorban untuk bangsa dapat dilakukan dengan cara mau mengkonsumsi produk dalam negeri. Meski hal tersebut tampak sederhana namun hal itu disebutnya tidak mudah untuk dilakukan.

Subiyakto mengajak masyarakat untuk lebih banyak mengunakan hasil produksi dalam negri. Buah lokal maupun produk makanan lokal lainnya, diharapkan menjadi pilihan untuk konsumsi. Dengan menggunakan produk dalam negeri, berarti telah turut berupaya membantu saudara sebangsa.

“Kalau mau makan buah, beli buah lokal, jangan makan buah impor. Ini cara berkorban untuk kepentingan rakyat. Karena dengan makan produk dalam negri kita berarti juga menolong rakyat kita sendiri, tetangga kita sendiri dan teman kita sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...