Ini Kata Tommy Soeharto Soal Tanah Papua

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

6.099

SOLO- — Sebagai salah satu pulau terluar Indonesia, Papua, masih menjadi bagian yang sangat penting bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sayangnya, hingga saat ini, pulau yang tersimpan sejuta potensi alam ini belum bisa merasakan kemakmuran dan kesejahteraan, layaknya masyarakat pada umumnya.

Rapimnas Partai Berkarya, yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, yang berakhir Minggu malam (11/3), menjadi salah satu impian baru untuk rakyat Papua, untuk bisa bangkit dan maju seperti rakyat lainnya. Hutomo Mandala Putra yang baru saja dinobatkan sebagai Ketua Umum Partai Berkarya, mendengar sendiri jeritan dan rintihan dari rakyat Papua.

“Papua harusnya menjadi daerah yang maju karena dengan kekayaan alam yang luar biasa. Tambang emas yang dikelola freeport selama puluhan tahun harusnya bisa menyejahterakan masyarakatnya, tapi yang terjadi saat ini tidak lebih baik dari sebelumnya,” kata pria yang akrab disapa Tommy Soeharto itu kepada awak media, Minggu malam.

Persoalan Papua, lanjut dia, Pemerintah memiliki wewenang untuk mengelola terhadap kekayaan alam yang ada. Termasuk melakukan pendekatan kebijakan terhadap tambang emas yang dikelola PT Freeport. Dengan dilakukan lobi yang baik, dirinya optimis masyarakat Papua akan jauh lebih baik, baik kesejahteraanya maupun keadilannya.

“Dengan hanya sekitar lima juta penduduk Papua, saya kira tidak sulit memajukan Papua. Karena masyarakat Papua juga ramah dan mudah untuk diajak maju bersama,” tegasnya.

Adanya kekayaan alam, baik pertambangan, energi serta kekayaan alam hayati membuat pulau dengan sebutan mutiara hitam itu seharusnya bisa lebih sejahtera dibanding dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Seperti halnya pengelolaan tambang yang dibuat kawasan industri seperti di Bontang, Kalimantan Timur menjadi contoh riil dalam pemberdayaan masyakat akan kekayaan alam.

“Puluhan ribu masyarakat Bontang dipekerjakan di kawasan industri ini tentu bisa diterapkan di pulau lainnya. Kalau di Bontang bisa kenapa di Papua tidak bisa. Nah inilah kebijakan-kebijakan yang tidak pro kepada rakyat dan rakyat yang dirugikan,” tandasnya.

Tommy Soeharto
Ketua Umum partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto saat memberikan keterangan usai penutupan Rapimnas III di Solo, Minggu malam-Foto: Harun Alrosid

Ditambahkan Tommy, lahirnya Partai Berkarya ini tak lain untuk memperbaiki kondisi bangsa, yang masih jauh dari yang diharapkan oleh seluruh rakyat. Hal ini karena masih terjadinya ketimpangan sosial, antara tanah Papua, dan sejumlah rakyat lainnya yang ada di pulau terluar Indonesia.

“Dari situlah Berkarya hadir untuk memperbaiki itu semua. Karena kita bersama-sama memperbaiki kedaaan, agar tanah Papua untuk ke depannya bisa lebih baik. Yang ditekankan Partai Berkarya adalah asas keberpihakan kepada rakyat. Masalah Papua Partai Berkarya akan berikan keadilan, bukan hanya kepada elit politik saja, tapi seluruh masyarakatnya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...