Inovasi Alsintan Tingkatkan Produktivitas hingga 50 Persen

251
Ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, bersama-sama dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, menegaskan pentingnya pengembangan inovasi sektor pertanian nasional.

“Kalau ingin pertanian maju harus dengan mekanisasi, harus dengan teknologi,” kata Mentan, saat bersama-sama Menristekdikti meninjau Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Mekanisasi Pertanian di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (1/3/2018).

Menurut Amran, sejumlah inovasi dalam alat mesin pertanian terbukti dapat mempercepat produksi dan meningkatkan produktivitas hingga 40-50 persen. Untuk itu, paradigma pengembangan sektor pertanian harus diubah dari metode tradisional menjadi mekanisme yang lebih modern, dengan pendekatan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para petani.

“Dengan percepatan panen, kemudian produksi meningkat, maka petaninya juga disejahterakan,” paparnya.

Mentan juga menyatakan, peningkatan pemberian bantuan alat mesin pertanian pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo berjumlah hingga berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Amran juga mengingatkan pentingnya bantuan alat pertanian yang diberikan pemerintah digunakan dengan optimal, karena pihaknya selalu memonitor dan mengawasi berkala.

“Kami cek dan bila ternyata bantuan alat pertanian itu tidak membuat optimal, akan kami pindahkan bantuan itu ke kelompok tani tetangganya,” ucapnya.

Sementara itu, Menristekdikti mengemukakan, kawasan sains dan enjiniring pertanian modern di Serpong merupakan kawasan yang ditunjuk Kementan untuk mengembangkan inovasi sektor pertanian.

“Saya senang sekali dapat berkolaborasi dengan Kementan,” katanya.

Dia menambahkan, sinergi ini diharapkan bisa menciptakan swasembada yang lebih baik, meningkatkan efisiensi, dan mendapatkan nilai tambah bagi masyarakat.

Untuk itu, ujar dia, diharapkan koordinasi ke depannya dapat benar-benar ditingkatkan, sehingga dapat betul-betul memberikan nilai tambah, serta agar warga dapat seluas-luasnya dapat menggunakan inovasi sektor pertanian tersebut.

Saat ini, Kawasan Sains dan Enjiniring Pertanian Modern Serpong sudah membangun sejumlah infrastruktur penunjang seperti gedung galeri, rumah tanam terkendali berbasis teknologi informasi, penataan sistem irigasi mikro dan embung, serta penataan lahan dan jalan usaha tani guna mendukung komoditas padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabe, dan tebu. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...