banner lebaran

Instalasi Air Minum di Asmat Mulai Beroperasi

Editor: Koko Triarko

207

JAKARTA – Instalasi sterilisasi air minum di area Masjid An Nur, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, resmi beroperasi. Program pemberdayaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini diresmikan oleh Bupati Asmat, Elisa Kambu, pada Selasa (13/3/2018).  

Ketua Tim Krisis Center BAZNAS, Meizi Fachrizal Achmad, mengatakan, salah satu masalah terbesar pada masyarakat di Kabupaten Asmat adalah sulitnya mendapatkan air bersih.

“Hingga saat ini seluruh masyarakat masih mengandalkan sepenuhnya dari air hujan yang ditampung ke dalam tanur,” kata Fachri, dalam keterangan resminya yang diterima Cendana News, Selasa (13/3/2018).

Kondisi ini, lanjut dia, mengakibatkan banyaknya kasus penyakit yang disebabkan kekurangan air bersih. Seperti diare, kulit, dan sebagainya.

Masalah air bersih ini, menurutnya, menjadi faktor penyebab terjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat beberapa waktu lalu.

Untuk mendapatkan air bersih, jelas dia, masyarakat harus membeli air mineral dalam kemasan, memasak air dengan kompor gas atau kompor minyak yang harganya relatif mahal. Dengan pendapatan masyarakat Agats yang rata-rata masih rendah, hal ini tentu sangat memberatkan.

“Bahkan, tidak sedikit warga yang  mengonsumsi air hujan. Jika masalah ini tidak diselesaikan, maka kasus KLB bukan tidak mungkin akan terulang kembali,” kata Direktur Rumah Sehat BAZNAS Indonesia (RSBI).

Budi Laksono, pakar kesehatan lingkungan yang bergabung dalam Tim Krisis Center BAZNAS, mengatakan, pihaknya memperkenalkan program instalasi air minum dengan ultra violet dan ozon yang sangat murah dan praktis.

Menurutnya, dengan pembuatan instalasi ini, masyarakat akan mendapatkan air minum sehat dengan harga murah, sehingga ekonomi keluarga terbantu. “Diharapkan setiap instalasi ini akan menghasilkan air minum sebanyak 1.000 liter per hari,” ujar Budi.

Dia menjelaskan, air minum yang diberikan untuk masyarakat ini akan dikembangkan dengan sistem pembayaran murah atau barter dengan sampah plastik kemasan air minum. Namun, bagi pasien yang dirawat di RSUD akan diberikan secara gratis.

“Diharap, Distrik Agats akan berkembang menjadi kota yang bersih dan indah,” ujarnya.

Disampaikan Budi, bahwa sejak marak diberitakan kasus KLB campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, BAZNAS membentuk Tim Krisis Center untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi kejadian tersebut.

Tim BAZNAS telah diturunkan sejak 18 Januari 2018 dan masih terus berada di lokasi sampai saat ini.

BAZNAS merealisasikan program kesehatan, bantuan sarana lumbung pangan dan penyediaan sarana air bersih. Saat ini, sudah ada dua posko kesehatan yang didirikan, yaitu di Distrik Agats dan Distrik Peer.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.