Investor Lirik Lahan di Meranti untuk Pertanian

317
Ilustrasi ladang jagung - Dok. CDN

SELATPANJANG – Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Irwan menjelaskan, sejumlah investor mulai melirik kawasan di wilayahnya untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian.

Bahkan, menurut bupati di Selatpanjang, Sabtu, sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) untuk lahan di Desa Tanjungperanap Kecamatan Tebingtinggi Barat.

“Semoga program ini bisa memanfaatkan lahan-lahan tidur selama ini dan berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Pengembangan pertanian di Tanjungperanap, lanjutnya, akan dilaksanakan oleh seorang pengusaha bernama Sugiharto Tanuwidjaya bersama kelompok tani setempat, Poktan Senduduk Putih.

“Tahap awal ini lahan yang akan diolah seluas 200 hektar. Jika berhasil, akan ditambah luasannya,” jelas bupati.

Adapun jenis tanaman yang akan dikembangkan bervariasi, mulai dari cabai, kedelai, jagung, biji jarak, sayur-sayuran dan produk tani lain yang saat ini diminati pasar dalam maupun luar negeri.

“Kita berharap semangat investor ini juga bisa ditiru oleh masyarakat. Sehingga lahan-lahan yang selama ini dibiarkan menjadi produktif. Orang luar saja tertarik, kenapa kita malah tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Sugiharto Tanuwidjaya menerangkan, ketertarikannya akan lahan di Tanjungperanap bermula dari suburnya tanaman cabai dan jagung yang ditanam masyarakat.

“Kita lakukan riset dan ternyata memang lahannya sangat layak untuk pertanian,” terangnya.

Pengusaha dalam negeri itu mengharapkan dukungan Pemkab Meranti dan seluruh masyarakat untuk membantu pihaknya, sehingga usaha tersebut dapat berjalan aman dan berkembang baik.

“Lihat dalam 6 bulan pertama, kalau berhasil kita MoU lagi untuk pengembangan lahan,” ujarnya.

Untuk menjamin produk pertanian mereka bisa menembus pasar luar negeri maka konsep yang dipakai berstandar internasional.

“Sistem pertaniannya modern dan berstandar internasional agar mudah menembus pasar luar,” ungkapnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...