Investor Singapura Lirik Potensi Bisnis Buah di Sumbar

Editor: Koko Triarko

469

PADANG —  Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Sumatera Barat, Maswar Dedi, mengatakan belum lama ini investor dari Singapura datang ke Kota Padang dan menyatakan keinginnnya untuk berinvestasi di bidang perkebunan buah-buahan.

Ia menyebutkan, untuk kondisi perkebunan buah-buahan di Sumatera Barat terbilang cukup menjanjikan. Hal ini karena Sumatera Barat memiliki lahan perkebunan yang cukup luas. Terutama perkebunan jeruk Gunung Omeh, yang rasa manisnya sudah sangat terkenal.

Menurutnya, tidak hanya potensi perkebunan jeruk, buah-buahan lain juga bisa dikelola seperti semangka, nanas, pisang, durian kampung, dan lainnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Sumatera Barat, Maswar Dedi/Foto: M. Noli Hendra

“Mereka sudah menyampaikan investasi yang mereka inginkan yaitu untuk buah-buahan. Mereka mengakui dengan adanya rute penerbangan Padang – Singapura dengan maskapai Air Asia, investasi buah-buahan terbilang cukup bagus,” ujarnya, Senin (5/3/2018).

Dedi juga mengatakan, diperkirakan dalam waktu dekat investor dari Singapura itu akan kembali datang ke Padang. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu akan memfasilitasi investor dengan sejumlah pihak pengelola perkebunan buah-buahan yang ada di Sumatera Barat.

Ia menjelaskan, investasi yang bisa dilakukan oleh investor asal Singapura itu yakni mengirimkan buah segar atau pun dalam bentuk kaleng, dari Sumatera Barat ke Negara Singapura.

“Secara pasti mau seperti apa, belum dijelaskan oleh investor itu. Tapi, jika ingin membangun pabrik untuk pengelolaan buah segar yang ada di Sumatera Barat, juga sangat bagus,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan potensi investasi di Sumatera Barat ada di berbagai bidang. Tidak hanya di bidang pariwisata, tetapi juga ada potensi panas bumi, perikanan, perkebunan dan pertanian.

Meski investasi di bidang periwisata dan panas bumi menjadi prioritas utama, tidak tertutup kemungkinan Sumatera Barat tetap membuka diri untuk investor yang ingin berinvestasi di bidang lainnya.

“Sumatera Barat yang memiliki sejumlah potensi di berbagai bidang, tentu tidak bisa dikelola sendiri oleh pemerintah, karena butuh dana besar. Maka, kita berharap ada investor,” sebutnya.

Menurutnya, dengan banyaknya investor yang bisa mengelola potensi yang ada saat ini, akan mampu menunjang perekonomian di Sumatera Barat. Tidak hanya soal pendapatan daerah, namun juga bisa menumbukhan kesempatan lapangan kerja, dan dampak positif lainnya.

Baca Juga
Lihat juga...