banner lebaran

Jalan Santai Bersama Warga Sulsel, Cermin Kebhinekaan

Editor: Satmoko

273

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti jalan santai yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) DKI Jakarta. Jalan santai ini dihadiri juga oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla dan Menteri Pertanian RI A. Amran Sulaiman.

Pada jalan santai itu, Anies mengapresiasi kegiatan ini untuk menguatkan ikatan silaturahim dan hubungan antar-masyarakat Jakarta, serta apresiasi atas karya yang telah dilakukan oleh warga Sulsel di ibu kota.

“Saya ucapkan terima kasih kepada KKSS yang sudah menyelenggarakan kegiatan (olahraga) untuk warga Jakarta, karena kegiatan ini membantu kita semua di dalam menguatkan ikatan silahturahim antar-warga. Kegiatan gerak jalan ini menjadi salah satu pengikat hubungan antar-warga,” katanya dalam sambutan di Silang Monumen Nasional (Monas) Barat Daya, Jakarta Pusat, Minggu (25/3/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengungkapkan bahwa banyak sekali warga Jakarta dan tokoh-tokoh Nasional yang berasal dari Sulawesi Selatan salah satunya seperti Wapres RI dan Mentan RI yang sudah berkarya di DKI Jakarta.

yang Penting Persija Menang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Lina Fitria

“Atas nama Pemprov DKI, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada warga Sulsel yang sudah berkarya di Jakarta. Semua yang hadir di sini telah berkarya, mendorong perekonomian dan memajukan masyarakat Jakarta, serta memberikan makna bagi Jakarta,” ucapnya.

Menurut dia masyarakat Sulawesi Selatan yang tinggal di Jakarta memiliki sifat pekerja keras karena sesuai dengan prinsipnya. Sekali layar berkembang pantang kembali.

“Ini bisa jadi satu inspirasi bahwa masyarakat Sulsel adalah pekerja keras yang pantang menyerah,” ungkapnya.

Kemudian tak hanya di Indonesia, Anies menyebutkan bahwa ada beberapa warga Sulsel yang berada di negara-negara lain seperti dari Makassar dan Bugis.

“Keluarga Sulsel itu di Jakarta bukan baru, tapi sudah lama. Bahkan banyak tempat-tempat yang masyarakat Bugis dan Makassar itu sudah beregenerasi, baik di Jakarta Selatan atau Jakarta Utara, di Kalibaru sana banyak yang bicaranya masih pakai bahasa Bugis. Di Thailand, Afrika ada kampung Makassar. Ini bukti sebagai masyarakat dan kelompok kita selalu berpikir positif untuk hidup bersama masyarakat lainnya,” kata dia.

Selain itu Anies mengatakan KKSS DKI Jakarta bisa bermitra dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan seluruh komponen warga Jakarta untuk mewujudkan kesejahteraan sosial di Jakarta.

“Pemprov DKI dengan senang hati membantu memfasilitasi apa pun yang dibutuhkan KKSS, bukan hanya hari ini tapi hari-hari ke depan,” tandasnya.

Untuk diketahui, KKSS sebagai organisasi yang didirikan di Jakarta pada tanggal 12 November 1976 ini, berkewajiban untuk melanggengkan hubungan kekerabatan yang diikat oleh ikatan emosional untuk pengembangan dan pelestarian budaya, dan kepedulian sosial antarwarga. Tidak hanya antara warga Sulawesi Selatan saja namun juga dengan warga DKI Jakarta.

“Kegiatan gerak jalan ini mudah-mudahan rutin dilakukan, bukan hanya membantu untuk kita semua sehat, tetapi merangsang masyarakat lain melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bentuk rasa kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan, kekompakan, gotong-royong kebhinekaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan DKI Jakarta.

Sementara Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengajak masyarakat suku Bugis, Makassar yang tinggal di Jakarta maupun daerah lainnya untuk mengikuti peraturan pemerintah setempat. JK mencontohkan warga Makassar yang tinggal di DKI Jakarta adalah warga Jakarta, bukan lagi warga Makkasar.

“Tentunya harus ikuti arah dan peraturan yang ada di satu kota, satu tempat,” kata JK saat memberi sambutan di Monas.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.