banner lebaran

Jalan Sehat Anies-Jusuf Kalla, Bicarakan Kondisi Sejumlah Gedung

Editor: Satmoko

209
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta mengikuti jalan santai bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang digelar di silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (25/3/2018). Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah membahas banyak hal mengenai DKI Jakarta bersama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat mengikuti kegiatan jalan santai di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (25/3/2018). Adapun pembahasan mulai dari saluran air di Jakarta hingga pemeriksaan gedung-gedung di kawasan Jakarta beberapa waktu lalu. 

“Ngobrol soal Jakarta. Kita sambil jalan tuh sambil lihat saluran air. Sampai saya cerita apa yang terjadi di pemeriksaan gedung-gedung itu,” ucapnya usai mengikuti gerak jalan santai, di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (25/3/2018).
Sebelumnya Anies telah menginstruksikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tergabung dalam Tim Pengawasan Terpadu untuk pengecekan dalam penggunaan air tanah dan pengelolaan air limbah di gedung-gedung tinggi sepanjang kawasan Sudirman ke Thamrin. Anies pun menyampaikan kepada orang nomor dua di Indonesia ini bahwa pengecekan telah selesai dilaksanakan selama dua minggu.
“Alhamdulilah sudah selesai nih pemeriksaannya,” katanya.
Kemudian, tak hanya itu Anies mengaku ada hal lain yang juga dibahas selama berjalan dari Monas hingga ke Hotel Indonesia.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Anies mulai melakukan razia gedung tinggi di Jakarta untuk memastikan gedung-gedung tinggi itu memiliki sumber air berizin atas Keputusan Gubernur Nomor 279 Tahun 2018.
Kepgub itu mengatur tentang pembentukan tim pengawasan terpadu penyediaan sumur resapan serta instalasi pengelolaan air limbah dan pemanfaatan air tanah di bangunan gedung serta perumahan.
Anies menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan, salah satunya di Hotel Sari Pan Pasific. Ia juga melihat limbah hotel yang tidak tertampung di IPAL dan membanjiri permukaan tanah. Anies menyatakan hal tersebut merupakan pelanggaran fatal.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.