hut

Jamkrida Kalsel Optimis Beri Deviden Rp1 Miliar ke Pemda

Editor: Koko Triarko

Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Risqillah Suhaili. –Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN – Direktur Utama PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalsel, Rizqillah Suhaili, optimis pada 2017 kemarin pihaknya mampu memberikan sumbangsih deviden hingga Rp1 miliar kepada pemerintah daerah setempat.

Optimisme ini cukup beralasan, mengingat mulai membaiknya kondisi ekonomi Kalsel yang berdampak pada bagusnya realisasi kredit perbankan di sektor produktif maupun konsumtif.

“Optimislah kita dapat memberikan deviden sekitar Rp1 miliar bagi Pemda sebagai pemegang saham utama. Dengan begitu, tentunya kita bisa membuktikan, bahwa Jamrkrida sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mampu berkontribusi positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya, di sela kegiatan Milad ke-4 Jamkrida Kalsel, Selasa (27/3/2018).

Menurut Risqi, jika dirunut dua tahun ke belakang, Jamkrida Kalsel bisa konsisten dalam memberikan deviden bagi daerah. Pada 2016, sumbangsihnya mencapai Rp200 juta dan 2017 naik hingga Rp680 juta.

“Kenaikan laba ini tentunya tidak lepas dari upaya kami untuk terus mengembangkan layanan jasa, tidak hanya terbatas pada penjaminan kredit UMKM, namun jasa penjaminan di sektor lainnya, salah satunya di bidang kontruksi,” tambahnya.

Dengan pemberian deviden yang terus meningkat, diharapkan Risqi para pemegang saham semakin percaya untuk menyetorkan tambahan modal bagi Jamkrida Kalsel. Hal ini penting, mengingat ambisi Jamkrida Kalsel di masa depan yang ingin menjadi lembaga penjamin kredit di tingkat nasional.

“Modal kita masih sekitar Rp70 miliar. Hal tersebut tentunya tidak cukup untuk bisa menjadi lembaga penjaminan kredit kelas nasional. Minimal setidaknya kita memiliki sebesar Rp200 miliar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), M Saleh, berharap, BUMD di Provinsi Kalsel harus lebih kreatif dalam mengembangkan bisnisnya. Hal tersebut penting untuk membantu Pemda dalam mendapatkan tambahan dana segar, untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang semakin baik di Banua.

“Jangan hanya melulu minta tambahan modal saja, tapi saat pembagian deviden mengecewakan. Harusnya buktikan dulu mampu memberikan kontribusi deviden yang bagus bagi daerah dan memiliki rencana pengembangan yang jelas, baru bicara penambahan modal,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!