banner lebaran

Jonan Pangkas Target RUPTL 2018-2027

225
Ilustrasi pembangkit listrik. -Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memangkas target kapasitas pembangkit listrik dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027.

Sebelumnya, agenda RUPTL 2017-2026 adalah sebesar 77.873 Mega Watt di 2026. Namun saat ini ditetapkan hanya 56.024 megawatt (MW). Revisi tersebut diklaim mengikuti angka pertumbuhan listrik nasional.

“RUPTL 2018-2027 itu sudah disetujui pemerintah. Tidak banyak yg berubah. Jadi, proyeksi rata-rata pertumbuhan kebutuhan listrik secara nasional 6,86 persen. plus minus tujuh persen,” ungkap Jonan, Selasa (13/3/2018).

Perhitungan tersebut sudah termasuk program listrik kebutuhan desa. “Jadi misalnya ada 5 dusun dalam satu desa, dua dusun ada listrik, tiga tidak ada, maka pemerintah akan membuat melalui PLN agar terlistriki semuanya,” jelasnya.

Sementara itu untuk pembangunan pembangkit listrik, total rencana pembangunan mayoritas IPP adalah 56 GW. Sehingga dari 2018-2027 sudah melebihi 35 GW untuk sampai 2024 saja. Target bauran energi di akhir 2025, untuk batubara sekitar 54 persen sementara untuk EBT sebanyak 23 persen.

“Sekarang sekitar 12 persen lebih yang sudah jalan. Gas sekitar 22,2 persen, dan BBM 0,4 persen. BBM itu MFO, HSD, dan yang sejenisnya,” kata Jonan.

Sedangkan, total rencana pembangunan transmisi untuk RUPTL baru, adalah 63.855 kilometer circuit. Total rencana pembangunan gardu induk 151.424 MVA, jaringan distribusi 526.390 kilometer circuit. “Perubahannya sih ga ada, hanya kami susun berdasarkan proyeksi bahwa COD-nya setiap pembangkit kami cocokkan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik Indonesia di setiap wilayah,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.