banner lebaran

JPU KPK Tuntut Terdakwa Setnov 16 Tahun Penjara

Editor: Irvan Syafari

347

JAKARTA — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah selesai membacakan tuntutan atau dakwaan terhadap terdakwa Setya Novanto (Setnov). Setnov sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009 hingga 2014.

Setnov sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau e-KTP. Proyek tersebut berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar 2,3 triliun rupiah.

Abdul Basir, perwakilan Anggota JPU KPK dalam keterangannya di persidangan menuntut terdakwa Setnov dengan hukuman 16 tahun penjara dan ditambah dengan hukuman denda lainnya.

Menurut JPU KPK, Setnov terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah karena melakukan perbuatan melawan hukum yaitu korupsi dengan tujuan memperkaya diri sendiri, orang lain maupun sebuah korporasi.

“Berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan, maka dengan ini JPU menyatakan bahwa terdakwa Setya Novanto secara sah dan meyakinkan dinyatakan berdalah karena telah terbukti melakukan perbuatan tindak pidana korupsi, maka dengan ini JPU menuntut terdakwa Setya Novanto dengan hukuman 16 tahun penjara,” kata Basir di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Basir menjelaskan, terdakwa Setnov juga diwajibkan membayar denda Rp1 miliar, kemudian ditambah hukuman kurungan selama 6 bulan. Selain itu yamg bersangkutan juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar 7,4 juta Dolar Amerika (USD) atau hampir sekitar Rp100 miliar dengan kurs Rp13.500 per USD.

“JPU juga menuntut supaya Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman pidana tambahan kepada terdakwa Setya Novanto membayar uang pengganti sebesar 7.435 juta Dolar Amerika (USD), namun karena terdakwa telah mengembalikan uang sebesar Rp5 miliar maka dengan demikian uang pengganti sebesar 7,4 juta USD tersebut dapat dikurangi dengan uang yang telah dibayarkan terdakwa Setya Novanto,” ujar Basir.

Dalam kesempatan ini JPU KPK juga meminta kepada Majelis Hakim agar menolak permohonan yang disampaikan pihak terdakwa Setnov yang ingin menjadi seorang “justice collaborator”. Dalam persidangan sebelumnya pihak JPU KPK diketahui juga tidak mengabulkan keinginan Setnov menjadi seorang “justice collaborator”.

Terdakwa Setya Novanto (kanan) usai pembacaan tuntutan-Foto: Eko Sulestyono.

Menurut pendapat JPU KPK, sikap dan perilaku Setnov sama sekali tidak memcerminkan sikapnya sebagai seorang terdakwa yang ingin bekerja sama dengan penegak hukum dalam mengungkap sebuah kasus kejahatan, dalam hal ini adalah korupsi. Setnov diketahui berulangkali memberikan keterangan yang berbeda-beda dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.