Jumat Agung, Pendeta Ajak Umat Dekatkan Diri pada Tuhan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

169

LAMPUNG — Sejumlah gereja di wilayah kabupaten Lampung Selatan memperingati wafat Yesus Kristus dengan ibadah Jumat Agung salah satunya di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Syalom kecamatan Penengahan.

Yoel Prasetyo, pendeta GKMI Syalom menyebutkan, perayaan ibadah Jumat Agung menjadi salah satu puncak iman Kristiani. Ia mengajak umat untuk mengenangkan wafat Yesus Kristus.

“Melalui wafat Yesus Kristus di kayu salib, saya mengajak umat untuk ikut mendekatkan diri pada Tuhan,” sebutnya di Penengahan, Jumat (30/3/2018).

Disebutkan, setelah ibadah, pihaknya melakukan persiapan untuk peringatan Minggu Paskah.

“Persiapan kami lakukan dengan ibadah Paskah untuk orang dewasa dan ibadah Paskah untuk anak anak,” terang Yoel saat ditemui Cendana News, Jumat (30/3/2018)

Berbeda dengan GKMI Syalom Penengahan yang melakukan ibadah sekitar pukul 10.00 WIB, gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus merayakan ibadah pada pukul 14.00 WIB. Ibadah tersebut dipimpin oleh Yohanes Ngatijo sebagai katekis di gereja Santo Petrus dan Paulus.

Liturgi Jumat Agung oleh ratusan umat Katolik unit pastoral Bakauheni dilakukan dengan melakukan pembacaan kisah sengsara (Passio).

Pada pembacaan kisah sengsara Yesus Kristus menjadi pengganti bacaan Injil yang kerap dilakukan oleh pembaca Alkitab (Lektor). Pada tahun liturgi 2018 Yohanes Ngatijo Pokro menyebut bacaan kisah sengsara diambil berdasarkan Injil Yohanes 18:1-19:42. Pembacaan passio dilakukan oleh empat orang umat perwakilan dari sejumlah stasi dan juga bait pengantar Injil.

“Melalui bacaan kisah sengsara yang dilakukan dalam pasio umat diajak untuk mendengarkan Injil tentang detik detik sebelum Yesus Kristus mengalami kisah sengsara,” terang Yohanes Ngatijo.

Pada ibadah Kamis Putih dan Jumat Agung Yohanes Ngatijo menyebut hanya dirayakan dengan ibadah tanpa ada pastor. Meski tanpa ada pastor, umat Katolik di stasi Santo Petrus dan Paulus tetap khusuk.

Yoel Prasetyo
Yoel Prasetyo, pendeta Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Syalom kecamatan Penengahan Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Perayaan diikuti oleh ratusan umat di antaranya berasal dari sejumlah kring diantaranya Pasuruan, Sumbersari, Klaten.

Pada liturgi Jumat Agung tersebut Yohanes Ngatijo menyebut gereja Katolik mempertahankan tradisi penghormatan salib sekaligus tabur bunga diakuinya menjadi simbol penghormatan akan wafat Yesus Kristus.

Selain penghormatan salib umat Katolik juga melakukan kolekte atau derma untuk tanah suci di Yerusalem. Selain gereja Santo Petrus dan Paulus gereja Santa Maria Ketapang, Santo Kristoforus Bakauheni, Santo Yohanes don Bosco juga mengumpulkan kolekte untuk tanah suci pada Jumat Agung.

Diisi dengan pembacaan kisah sengsara, ritus penghormatan salib, doa umat meriah, ibadah di gereja Santo Petrus dan Paulus perayaan juga digelar tanpa ada perayaan Ekaristi dan penerimaan komuni. Perayaa bahkan ditutup tanpa berkat dari pemimpin ibadah untuk mengenangkan wafat Yesus hingga dimakamkan.

Sesudah ibadah umat Katolik banyak melakukan laku tapa denganberpantang dan berpuasa hingga menjelang Sabtu Suci sebagai rangkaian Tri Hari Suci Paskah. Tri Hari Suci Paskah akan dirayakan oleh umat Katolik di wilayah Penengahan dengan menggelar malam vigili Paskah pada Sabtu malam (31/3) dan perayaan Minggu Paskah pada (1/4) mendatang.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.