Jumlah Pemilih Sementara Pilgub di Balikpapan, Turun

Editor: Koko Triarko

407
Ketua KPUD Balikpapan, Noor Thoha. –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Jumlah pemilih sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2018 di Kota Balikpapan mengalami penurunan, bila dibandingkan angka Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilwali 2015.

Berdasarkan penetapan DPS yang baru-baru ini dilakukan, diketahui untuk kota Balikpapan sebanyak 419.718 pemilih. Sedangkan pada DPT pilwali 2015 sebesar 451.782 pemilih ditambah DP4 menjadi 460 ribu lebih.

“Setelah hasil coklit teman-teman di lapangan, ditemukan angka yang fanstastis, pemilih yang tidak memenuhi syarat. Itu harus dicermati betul dan untuk memastikan warga adalah RT setempat. Kemudian ketika didapati pemilih belum 17 tahun atau belum menikah. Tentu saja ini akan di-breakdown mana yang terbanyak,” terang Ketua KPUD Balikpapan, Noor Thoha, Senin (19/3/2018).

Langkah coklit merupakan upaya memperbaiki data pemilih untuk memastikan partisipasi dan hak warga terpenuhi dalam pemilukada. “Ketika pemilih itu banyak tapi bodong, artinya orang tidak ada, sementara rumus partisipasi itu jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dibagi jumlah seluruh pemilih. Langkah KPUD dengan sistem ini untuk mendekatkan angka yang sesungguhnya,” bebernya.

Setelah penetapan DPS, selanjutnya KPUD kota akan melakukan masa perbaikan sejak sekarang hingga 19 April mendatang. KPUD 24 Maret nanti akan mengumumkan DPS Pilgub melalui kantor kelurahan untuk memberikan kesempatan masyarakat memberikan masukan terutama yang belum terdata atau tervalidasi.

“Bila hasil pencermatan setelah diumumkan ke masyarakat dengan masukan dari masyarakat, panwas dan calon, ternyata hasil masih sama,  maka itulah pemilih riil di kota Balikpapan,” tandas Thoha.

Thoha menambahkan, dalam melakukan pendataan pihak KPUD Balikpapan telah mengerahkan 1.450 petugas (PPDP). “Ini tidak main-main. Data ini hampir mendekati valid,” ujarnya.

Diketahui, ada pemilih baru yang terdata oleh PPDP sebanyak 47.034 dan pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 87.847 orang. Sedangkan pemilih potensial yang nonKTP-el sebanyak 6.555 orang.

Baca Juga
Lihat juga...