Kabupaten Jepara Promosi Budaya di TMII

Editor: Mahadeva WS

476

JAKARTA – Kabupaten Jepara memanfaatkan malam Pagelaran Seni Budaya dan Pameran Produk Unggulan di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (24/3/2018) malam. Daerah yang dikenal sebagai penghasil ukir-ukiran tersebut menampilan sejumlah seni pertunjukan khas daerahnya. 

Mengawali acara adalah pertunjukan tari Tirto Kusumo. Gerak lenggok para penari dengan busana cerah memukau para tamu yang hadir termasuk duta besar (dubes) dari berbagai negara. “Alhamdulilah Kabupaten Jepara bisa tampil mempromosikan seni budaya dan produk unggulan di Taman Mini, ” kata Wakil Bupati Jepara Dian Kristandi yang hadir langsung dalam acara tersebut.

Menurutnya, pentas seni dan pameran produk ini adalah sarana untuk bisa mempromosikan Kabupaten Jepara dengan kekhasannya dari berbagai aspek. Selain kesenian juga bisa menikmati kuliner dan membeli produk kerajianan khas Jepara.

Kabupaten Jepara merupakan satu dari 33 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. Letaknya berada paling utara di Pulau Jawa. Wilayah admistrasi-nya dibagi ke dalam 16 kecamatan,184 desa, dan 11 kelurahan. “Jumlah penduduk saat ini tercatat lebih dari 1,2 juta jiwa,” jelas Dian.

Topografi Jepara, ada wilayah pegunungan yang berada di lereng Gunung Muria. Di tempat tersebut merupakan area pertanian dan perkebunan. Sementara yang berada di dataran rendah ada, delapan kecamatan yang memiliki wilayah laut. Jepara memiliki garis pantai sepanjang 82,73 km membentang dari wilayah selatan.

Wilayah pantai tersebut belum termasuk kepulauan Karimunjaya, yaitu salah satu kecamatan yang memiliki 27 pulau dengan potensi perikakan dan perkebunan. Dan yang menjadi unggulan adalah sektor pariwisatanya.”Pada tahun 2018 ini, arah kebijakan dan prioritas pembangunan Jepara di fokuskan pada  pembangunan infrastruktur dan industri pariwisata,” kata Dian.

Dijelaskannya, sektor pariwisata di Jepara masuk dalam kelompok lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan terlambat. Namun demikian, pariwisata di Jepara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi tersebut dapat dilihat dari kunjungan wisatawan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di 2016 sebanyak 1.754.555, dan 2017 menjadi 2.146.220 wisatawan yang datang berkunjung ke Jepara. “Sektor ini telah berkontribusi sebesar 10,32 persen terhadap PDRB Kabupaten Jepara,” kata Dian.

Selain pariwisata, adalah sektor industri pengolahan yang dimotori oleh furniture dan kerajinan kayu menjadi tumpuan utama dan urat nadi perekonomian. Ukiran menjadi primadona ladang investasi.

“Tirto Kusumo tadi ditampilkan diawal, begitu juga fashion show batik troso khas Jepara. Produk UKM juga tersaji. Kami harapkan acara ini bisa berlanjut menjadi kunjungan ke Jepara,” kata Dian.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Kusdarminto mengatakan, acara pentas budaya memang setiap tahun diselenggarakan dan diprakarsai Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diberikan kepada setiap kabupaten dan kota untuk memamerkan karya kreasi lokal baik kesenian maupun produk unggulan. Seperti halnya pentas seni di Anjungan Jawa Tengah TMII. “Pada malam ini, Provinsi Jawa Tengah yang mewakili dari Kabupaten Jepara,” kata Kusdarminto.

Dia berharap dengan tampilnya di TMII, seni budaya dan produk unggulan Jepara bisa lebih terkenal tidak hanya dalam negeri tapi di dunia international. Apalagi di acara tersebut hadir banyak dubes dari berbagai negara. “TMII ini wahana promosi kekayaan budaya dan produk unggulan Jepara sehingga diharapkan tidak hanya dikenal di kancah nasional tapi international,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...