Kades Kelawi Berencana Tambah Penampungan Air Pamsimas

Editor: Irvan Syafari

345
Syarifudin,Kepala Desa Kelawi kecamatan Bakauheni Lampung Selatan/Foto: Henk Widi.

LAMPUNG — Kerap mengalami kesulitan air bersih terutama saat musim kemarau membuat Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terus mengajukan penambahan sarana air bersih sejak 2014.

Menurut Kepala Desa Kelawi Syarifudin usulan penyediaan sarana dan fasilitas air bersih kerap dimasukkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrembangcam). Usulan disebut Syarifudin mulai diterima dan direalisasikan pada 2017 dengan fasilitas Pamsimas.

Menurut Syarifudin, penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) yang dikelola oleh Kelompok Kerja Masyarakat Sumber Way Bakak bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat.

Penyediaan Pamsimas tersebut dilakukan dengan menyediakan sumur bor yang selanjutnya disalurkan ke bak penampungan melalui pipa sebelum disalurkan ke perumahan warga.

“Fasilitas bak penampungan tersebut sengaja dibuat di lokasi yang lebih tinggi, sehingga bisa disalurkan ke perumahan warga yang memerlukan air bersih, terutama saat musim kemarau dengan adanya fasilitas bak penampungan dan disalurkan ke penampungan lain agar bisa menjangkau rumah yang jauh dari bak penampungan utama,” kata Syarifudin kepada Cendana News , Minggu (4/3/2018)

Fasilitas dan sarana air bersih yang dibangun di Dusun Way Bakak disebutnya memanfaatkan sumber air bersih yang disalurkan ke bak penampungan utama setinggi 10 meter dengan kapasitas 23 kubik.

Debit air bersih dari sumur bor  bisa menghasilkan 5 kubik per jam sehingga bisa dimaksimalkan untuk kapasitas bak berkapasitas 50 kubik. Meski demikian kendala belum adanya fasilitas bak penampungan baru membuat sarana Pamsimas masih melayani Dusun Way Bakak dan Dusun Kelawi.

Syarifudin menyebut, bantuan penyediaan sarana air bersih dari pemerintah pusat didanai oleh APBN. Sarana itu sudah bisa digunakan sejak 2017 bagi sebanyak 60 pelanggan, sisanya masih dalam proses instalasi.

Sebanyak 60 pelanggan baru menjangkau Dusun Way Bakak, Dusun Kelawi terutama bagi warga yang kesulitan air bersih, saat musim kemarau. Sebagian pelanggan air bersih diakuinya sudah memiliki sumur meski saat kemarau debit air kerap mengecil bahkan kering sehingga harus terpaksa membeli.

“Fasilitas air bersih dialirkan melalui instalasi pipa dengan sistem berlangganan untuk pemeliharaan dan operasional penggunaan listrik untuk pemompaan air ke bak penampungan,” terang Syarifudin.

Jumlah pengguna air bersih yang saat ini masih sebanyak 60 kepala keluarga di dua dusun diakui Syarifudin, masih akan terus ditambah sesuai kebutuhan karena kendala bak penampungan.

Sebagian warga yang sengaja tidak memanfaatkan sarana Pamsimas disebut Syarifudin sebagian merupakan warga pemilik sumur bor dan sumur pribadi. Saat ini dari sebanyak 1040 kepala keluarga dan sebanyak 2073 jiwa yang tersebar di sebanyak sembilan dusun di desa tersebut sudah terjangkau air bersih sebagian melalui Pamsimas dan sebagian memiliki sumur.

“Beberapa dusun seperti Dusun Pematang Macan pada saat musim hujan air masih bisa tersedia, namun saat kemarau warga kerap harus dibantu dan Pamsimas bisa menjadi sumber untuk kebutuhan air bersih,” beber Syarifudin.

Pada tiga dusun lain di Desa Kelawi di antaranya Dusun Serungku, Dusun Kubang Gajah, Dusun Kepayang fasilitas air bersih disebut Syarifudin sudah memiliki fasilitas sumur bor.

Sumur bor bantuan dari pelaksana proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tersebut diakuinya bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan air bersih. Bantuan tersebut merupakan imbas tertutupnya sungai Kubang Gajah oleh material pasir dan tanah proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

Meski demikian kebutuhan air bersih di Dusun Pematang Macan yang berada di perbukitan saat kemarau masih sulit diperoleh. Sebagian warga harus mencari air bersih ke dusun lain, terutama saat musim hujan akibat keterbatasan sumber air bersih. Sebagian bahkan membeli air galon isi ulang untuk pemenuhan kebutuhan air minum sehari hari.

“Saat ini sedang kita rencanakan untuk penambahan bak penampungan tambahan sekaligus instalasi pipa sehingga air yang disalurkan bisa menjangkau warga lebih banyak,” tutur Syarifudin.

Selain untuk penyediaan air bersih untuk kebutuhan minum keberadaan Pamsimas diakui Starifudin ikut membantu masyarakat dalam penyediaan sanitasi yang lebih baik.

Penyediaan sanitasi yang lebih baik diakui Syarifudin dilakukan dengan mendorong warga untuk memiliki jamban sehat sehingga meninggalkan aktivitas buang air besar sembarangan.

Keterbatasan anggaran tahun 2017 disebutnya akan diusulkan untuk tahun 2019 agar bak penampungan tambahan bisa dibangun di sejumlah dusun dari bak penampungan utama.

Salah satu warga desa Pematang Macan, Murti, menyebut sarana sumur dangkal masih dipergunakan oleh masyarakat secara komunal. Lokasi yang jauh dari tempat Pamsimas membuat warga masih memanfaatkan sumur dengan cara mengangkut mempergunakan jerigen.

Sebagian anak anak memanfaatkan air sumur, yang debit airnya banyak saat musim hujan dengan cara menimba.

“Anak anak masih harus menimba untuk mendapatkan air kebutuhan mandi sementara untuk minum dan masak warga mengambil dari Dusun Kayu Tabu sebagian membeli air galon,“ papar Murti.

Lokasi sumur pompa dari sumber air Way Bakak desa Kelawi dialirkan ke bak penampungan Pamsimas/Foto:Henk Widi.

Keterbatasan fasilitas air bersih di dusun yang ada di perbukitan tersebut bahkan semakin parah saat musim kemarau. Pada saat musim kemarau warga terpaksa meminta bantuan dari pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penyaluran air bersih.

Sebagian warga bahkan berharap tambahan bak penampungan bisa menjangkau wilayah yang masih kesulitan mengakses air bersih.

Baca Juga
Lihat juga...