Kanker Payudara dan Leher Rahim Paling Banyak Ditangani RSUD NTB

Editor: Irvan Syafari

150
Direktur RSUD NTB Lalu Hamzi Fikri-Foto: Turmuzi.

MATARAM — Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Hamzi Fikri mengatakan, penyakit kanker payudara dan kanker leher rahim, pada perempuan termasuk jenis penyakit yang paling banyak ditangani RSUD NTB.

“Penyakit kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks), masih termasuk sepuluh penyakit terbanyak ditangani,” ungkap Fikri di Mataram, Jumat (30/3/2018).

Karena itulah selain membangun fasilitas pendukung seperti radioterapi, juga mempersiapkan SDM yang memadai, supaya penanganan kanker payudara bisa maksimal dilakukan.

Makanya selain menyekolahkan dokter spesialis yang ada, kami juga menggandeng sejumlah dokter spesialis dari Jepang, sekaligus yang akan memberikan trainning membahas dan melakukan deteksi dini kanker payudara.

“Kami juga dibantu pihak RSCM, Jakarta. Kami akan dibantu percepatan operasional fasilitas radioterapi. RSCM juga membantu melatih tenaga yang ada,” katanya.

Hamzi mengatakan, pihak RSUD NTB akan berupaya secepat mungkin, supaya fasilitas radioterapi bisa segera beroperasi, karena memang sangat dibutuhkan.

Tidak menutup kemungkinan, ketika fasilitas ini beroperasi, pasien yang selama ini mengantre empat sampai enam bulan itu akan bisa ke RSUD NTB, termasuk yang dari NTT.

“Untuk pengobatan kanker payudara bisa melalui proses operasi, kemoterapi dengan memasukkan obat dan penyinaran radiotrapi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB, Nurhandini Eka Dewi meminta kepada masyarakat penderita kanker payudara dan serviks untuk tidak malu datang berobat ke rumah sakit, melalui Puskesmas yang ada di setiap Desa dan Kelurahan.

Ia menyampaikan, bahwa selalu ada harapan untuk sembuh bagi penderita kanker tersebut, karena sudah terbukti banyak penderita yang sampai puluhan tahun, tapi bisa disembuhkan dan bisa beraktivitas seperti biasa.

“Jumlah masyarakat penderita kanker payudara dan serviks di NTB sendiri yang terdeteksi sudah mencapai 40 orang. Itu baru yang terdata, belum lagi di luar, bisa dipastikan masih banyak masyarakat yang menderita kanker tersebut, tapi karena malu berobat atau karena biaya mahal,” katanya.

Kanker payudara dan serviks sendiri disebabkan bisa karena masalah medis maupun karena faktor Gizi. Untuk melakukan deteksi dini masalah kanker payudara dan serviks, Dikes NTB menggandeng 80 Puskesmas di seluruh wilayah NTB, yang telah diberikan pelatihan cara mendeteksi kanker tersebut.

“Nantinya dari Puskesmas kemudian akan dirujuk ke rumah sakit, karena dokter ahli hanya ada di rumah sakit, selanjutnya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kalau perlu diterapi,” katanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.