Kapolres Lamsel Serahkan Bantuan Korban Bajir Bandar Agung

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

249

LAMPUNG — Banjir yang melanda wilayah desa Bandar Agung dan desa Kuala Sekampung hingga Senin (12/3) semakin parah dan melanda sebanyak empat dusun di dua desa yang ada di sekitar bantaran sungai Way Sekampung tersebut.

Kapolres Lampung Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi M.Syarhan saat meninjau lokasi kejadian menyebutkan, banjir telah menghambat mobilitas warga dan kegiatan warga yang akan menuju keluar wilayah tersebut.

“Kondisinya memprihatinkan, bahkan sebagian warga sudah mempersiapkan tenda darurat dari terpal di tanggul penangkis,” terang Kapolres Lampung Selatan AKBP M.Syarhan saat memberikan bantuan logistik secara simbolis kepada warga di desa Bandar Agung, Senin (12/3/2018)

Kapolres menyebut banjir tersebut telah menghambat mobilitas warga dan kegiatan warga yang akan menuju keluar wilayah tersebut melalui tanggul penangkis.

AKPB M. Syarhan menyebut bantuan yang diberikan kepada warga terdampak banjir merupakan hasil kepedulian jajaran Polres Lamsel di antaranya mi instan sebanyak 25 dus, telor 2 peti, air minum 10 dus, teh hijau 8 dus dan roti sebanyak 2 dus.

Bantuan tersebut akan dibagikan kepada sebanyak 120 kepala keluarga dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 423 jiwa.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Lamsel di posko pengungsian hingga Senin (12/3) saat ini jumlah rumah terdampak banjir semakin banyak. Di antaranya Dusun Umbul Besar sebanyak 86 kepala keluarga, Dusun Sumber Jaya sebanyak 26 kepala keluarga dan Dusun Bunut Utara sebanyak 8 kepala keluarga. Dari total rumah terdampak sebanyak 120 kepala keluarga terdampak sebanyak 94 kepala keluarga mengungsi, 26 kepala keluarga masih bertahan.

bantuan korban banjir
Sebagian warga dusun Umbul Besar, Bunut Utara, Sumberjaya mengungsi di tanggul penangkis [Foto: Henk Widi]
Kepala BPBD Lamsel, I Ketut Sukerta menyebut selain bantuan tenda pengungsi dari BPBD bantuan juga berasal dari Polres Lampung Selatan. Selain itu beberapa bantuan di antaranya perahu fiber 1 unit, tenda 1 unit, air bersih, mie instan dari dinas sosial kabupaten Lampung Selatan. Beberapa bantuan berupa air bersih dari PDAM Lampung Selatan yang disikan ke sejumlah galon untuk air bersih warga.

“Saat ini kami juga berharap Pertamina bisa memberikan bantuan berupa gas elpiji ukuran 3 kilogram karena warga memasak menggunakan gas,” ujar Asikin.

Firdaus, salah satu warga dusun Bunut Utara mengaku bantuan tabung gas elpiji disebutnya penting karena warga sudah tidak bisa memasak menggunakan kayu bakar. Ia berharap ada operasi pasar tabung gas elpiji dengan harga murah karena akses warga sulit untuk melintas di tanggul penangkis. Banjir yang belum surut dan diprediksi masih akan terjadi hingga akhir bulan membuat warga masih mengungsi di masjid dan tanggul penangkis.

Baca Juga
Lihat juga...