KB Tunas Bhakti Krambilsawit Kini Miliki Sarana Memadai

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

329

YOGYAKARTA — Sejumlah anak-anak di Kelompok Bermain (KB) Tunas Bhakti, dusun Ngondelwetan, Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul, tampak begitu gembira. Mereka asyik belajar sambil bermain dengan sejumlah Alat Peraga Edukasi (APE) yang lengkap dan memadai.

Para ibu-ibu guru pengajar pun dengan mudah menyampaikan materi pelajaran menggunakan APE tersebut. Mulai dari mengenalkan bentuk, warna hingga mengajak anak berkreasi.

Yayasan Damandiri, salah satu pihak yang berkontribusi besar dalam mewujudkan hal tersebut. Melalui program Desa Mandiri Lestari, Damandiri melakukan berbagai upaya pemberdayaan guna mengatasi persoalan kemiskinan di desa Krambilsawit, salah satunya di bidang pendidikan.

Sebanyak 14 Kelompok Bermain TK dan PAUD di desa terpencil Gunungkidul ini diberikan bantuan mulai dari renovasi bangunan, hingga pemberian Alat Peraga Edukatif untuk menunjang proses belajar mengajar. Tak hanya itu, sejumlah guru pendidik juga dilatih melalui diklat agar kemampuan mereka meningkat.

“KB Tunas Bhakti ini terdiri dari sebanyak 22 murid. Sedangkan untuk pendidiknya ada tiga orang. Kita mendapat bantuan renovasi dan APE luar dalam. Tentu sangat membantu sekali, karena dapat mempermudah proses pembelajaran. Anak-anak juga menjadi lebih gembira belajar di sekolah,” ujar salah seorang pendidik, Esti Hadzah.

Bidang pendidikan memang menjadi salah satu prioritas Yayasan Damandiri dalam melakukan upaya pemberdayaan di desa Krambilsawit. Hal itu disebabkan karena persoalan kemiskinan di desa Krambilsawit disebabkan karena minimnya kualitas SDM yang dimiliki.

Subiyakto Tjakrawerdaja
Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaja -Foto : Jatmika H Kusmargana

Selain membenahi pendidikan sejak usia dini, Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari juga berupaya meningkatkan kualitas SDM warga, baik pemuda maupun warga produktif melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Salah satunya dengan pendekatan teknologi digital.

“Kita ingin menjadikan desa ini sebagai desa cerdas yang mampu memanfaatkan teknologi digital di berbagai bidang. SDM kita berdayakan. Karena dengan pendekatan digital, upaya pemberdayaan akan menjadi lebih mudah,” kata Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaja.

Baca Juga
Lihat juga...