hut

Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan Tetaskan 40 Ribu Tukik

Ilustrasi-Foto: Dokumentasi CDN.

PAINAN  – Laskar Pemuda Peduli Lingkungan di Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat intensif menangkar Penyu sejak 2015 telah menetaskan lebih kurang 40 ribu ekor tukik atau anak penyu hingga saat ini.

Ketua Laskar Pemuda Peduli Lingkungan, Haridman di Painan, Minggu, menjelaskan, penetasan puluhan ribu tukik dilakukan dengan mengawasi bibir pantai sepanjang 1,7 kilometer, selanjutnya jika ditemukan penyu yang bertelur maka telurnya dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan.

Pemindahan itu dimaksudkan agar telur penyu menetas dengan maksimal dan terhindar dari predator alami ataupun tangan jahil oknum masyarakat setempat.

“Sekitar bulan Oktober hingga Desember merupakan musim bagi penyu untuk bertelur dan kami memanfaatkan waktu tersebut menjelajahi bibir pantai,” katanya.

Biasanya sekitar 100 sampai 150 ekor penyu akan mendarat ke pinggir pantai namun waktu itu hanya sekitar dua atau tiga penyu yang mendarat tiap pekannya.

Di lokasi yang telah disiapkan, selanjutnya telur penyu dikuburkan dan berselang 45 sampai 55 hari telur tukik-tukik akan menetas.

“Tergantung cuaca semakin sering hujan maka proses penetasan juga semakin lama,” ujarnya.

Selanjutnya, setelah tukik-tukik menetas maka akan dipisahkan ke wadah kering dan tidak terpapar sinar matahari langsung selama lebih kurang selama 24 jam.

Setelah itu baru dimasukkan ke wadah berisi air namun hanya sedalam dua sampai tiga centimeter serta diberikan beberapa potong ikan kecil, selanjutnya tukik menunggu waktu pelepasan ke perairan.

Dari 40 ribu ekor tukik itu, 11 ekor diantaranya sengaja dibesarkan di penangkaran dan kesebelasnya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke penangkaran yang mereka kelola.

Penyu itu terdiri dari pelbagai jenis yaitu Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Hijau (Chelonia mydas), Lekang (Lepidochelys olivacea), dan Tempayan (Caretta caretta). (Ant)

Lihat juga...