banner lebaran

Kemendag Amankan Jeruk dan Apel dari Tiongkok

178
Ilustrasi jeruk/Foto: Dokumentasi CDN.

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatra Utara mengamankan tujuh kontainer barang impor tanpa izin impor. Di dalam kontainer tersebut didapatkan, sekira 8.721 karton jeruk mandarin dan 1.002 karton apel dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Untuk bisa membawa masuk produk hasil pertanian dari luar negeri, importir harus mengantongi izin. “Importasi produk hortikultura tersebut tidak memiliki izin. Pengungkapan ini merupakan hasil sinergisitas antara Kemendag dan Ditjen Bea Cukai,” kata Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono, Selasa (13/3/2018).

Untuk melakukan importasi produk hortikultura, importir harus mendapatkan Persetujuan Impor (PI). Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.30/M-DAG/PER/5/2017 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura. Peraturan tersebut masih diperkuat dengan keluarnya Undang-undang sebagau pengganti Permendag No.43/M-DAG/PER/6/2017.

Selanjutnya, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perdagangan (PPNS-DAG) Direktorat Tertib Niaga Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) akan melakukan rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan dengan dugaan pelanggaran Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. “Sanksi yang diterapkan dapat berupa pemblokiran nama pelaku usaha hingga sanksi pidana,” kata Veri.

Sanksi yang diberikan penyidik yang dilibatkan dalam upaya penegakan hukum diharapkan memberi efek jera. Temuan terkait pelanggaran izin impor juga dapat ditingkatkan kedalam tahap penyidikan oleh PPNS-DAG yang bekerja sama dengan Korwas Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan juga telah mengamankan lima ton atau 254 karung bibit bawang putih impor yang beredar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.