Kemenkop dan UKM Targetkan Peningkatan Entrepreneur Lima Persen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

219

JAKARTA — Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), Yuana Sutyowati menilai bahwa Forum Study Ekonomi Islam (FoSSEI) memiliki visi dan misi yang sejalan. Yaitu, untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Indonesia.

“Jumlah UKM di Indonesia hampir 59,7 juta, diharapkan ada sinergi yang intens dari FoSSEI dengan kami,” kata Yuana pada seminar international ekonomi syariah di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Apalagi sebut dia, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah di depan mata, harusnya lebih siap berhadapan dengan sebelas negara. Yakni ada fakta integritas antara kepala negara ASEAN, yang membuka pasar di lingkup MEA di bidang trade, service, dan teknologi.

Posisi Indonesia di ASEAN, lanjut dia, untuk daya saing pada 2015 ada di posisi 37. Sedangkan persentase entreprenership Indonesia tahun 2014 di kisaran 4,1 persen, dan kini sudah di posisi 3,1 persen.

Namun menurutnya, dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, kisaran angkat tersebut masih sangat jauh.

“Agar ekonomi itu tumbuh perlu entrepreneurship di atas dua persen. Tapi kita sudah diangka 3,1 persen. Target kami di tahun 2018 sebesar lima lima persen,” kata Yuana.

Selain itu, lanjut dia, perlu ada peningkatan kelas entrepreneur dari kecil menjadi menengah.

Saat ini usaha mikro di Indonesia hanya 4.900 dengan porsi pembangunan 100 persen. 60 persen lebih dinikmati oleh usaha mikro sedangkan 59,7 juta UMKM di Indonesia untuk eksitensi 40 persen termasuk usaha tani.

Yuana juga berharap FoSSEI bisa bersinergi dengan Kemenkop dan UKM untuk pelatihan dan pembiayaan. Peningkatan akses permodalan ke lembaga pembiayaan formal untuk UMKM dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga tujuh persen. Sementara riset Bank Indonesia (BI), hanya 19,98 persen UMKM yang mengakses perbankan.

“Ini artinya ada banyak UMKM yang belum tersentuh oleh bank. KUR 2018, nilainya Rp 120 triliun dengan subsidi dibayar oleh pemerintah,” kata Yuana.

Adapun pembiayaan Ultra Mikro (UMI) melalui Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp 4 triliun. Program pembiayaan ini bekerja sama dengan lembaga keuangan formal dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Menurut Yuana, pembiayaan sebesar Rp 4 triliun itu baru tersalurkan sebesar Rp800 miliar. Diharapkan mampu menyentuh UMKM yang belum bankable. Pemerintah menyediakan fasilitas pembiayaan UMI bagi para pelaku usaha yang memiliki kebutuhan pembiayaan di bawah Rp10 juta.

Baca Juga
Lihat juga...