hut

Kerusakan Jalan Rugikan Pelaku Usaha Ekpedisi Antarpulau

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kerusakan akses jalan provinsi, jalan nasional di wilayah Lampung Selatan mengakibatkan sejumlah kendaraan ekspedisi antar pulau mengalami kerugian. Di antaranya kerusakan karena patah as hingga ancaman kecelakaan.

Iwan (40) salah satu pengemudi ekspedisi angkutan barang asal Bogor tujuan Padang menyebutkan, kerusakan terparah terjadi di jalan lintas timur dan jalan lintas tengah Sumatera.

Iwan menyebut kerusakan didominasi jalan berlubang, bergelombang terutama saat musim hujan ditambah kendaraan bertonase berat. Pada bagian jalan berlubang kubangan air bahkan membahayakan pengguna kendaraan roda dua yang melintas pada malam hari.

“Kerusakan jalan semakin parah saat musim hujan dan ini sangat membahayakan pengguna jalan,” terang Iwan saat ditemui Cendana News di Jalan Lintas Timur Sumatera, Senin (5/3/2018)

Selain di kecamatan Penengahan kerusakan jalan berlubang mulai terjadi di lintas jalan Kalianda tepat di depan lembaga pemasyarakatan kelas II A Kalianda.

Kerusakan Jalan
Iwan, salah satu pengemudi antar pulau mengeluhkan kondisi kerusakan jalan lintas Tengah Sumatera [Foto: Henk Widi]
Boby (40) salah satu pengendara ekspedisi lintas Pulau lainnya menyebutkan, di Lintas Timur Sumatera kerusakan akibat hujan dan tonase kendaraan berlebih membuat pengemudi harus berhati hati. Kerusakan berada di desa Tridarmayoga, desa Ruguk, desa Sumur didominasi jalan bergelombang dan berlubang.

Salah satu kendaraan pengangkut pisang yang melintas di dusun Yogaloka desa Sumur bahkan mengalami kerusakan pada bagian as. Akibatnya kendaraan sempat miring dan nyaris roboh sehingga harus ditopang menggunakan bambu.

Dampak kerusakan jalan selain lamanya waktu perjalanan, pengendara harus mengeluarkan biaya ekstra.

Selain ruas jalan nasional, kerusakan jalan sepanjang lebih dari 20 kilometer terjadi di ruas jalan provinsi Lampung. Beberapa titik yang mengalami kerusakan di antaranya di desa Kekiling kecamatan Penengahan, desa Sukaraja, desa Palas Aji, desa Sukabakti, desa Palas Pasemah kecamatan Palas hingga ke desa Bandaragung kecamatan Sragi. Kerusakan didominasi kondisi jalan berlubang menyerupai kubangan dan kolam ikan.

“Kami warga Palas sudah capek menyampaikan aspirasi ke legislator, bupati hingga gubernur dan selama lima tahun lebih belum ada perbaikan,” beber Anto warga desa Sukaraja.

Pada musim penghujan selama beberapa bulan terakhir warga sempat melakukan aksi menanam pohon pisang, menebar ikan lele. Namun aksi tersebut belum mendapat respon dari pemerintah provinsi Lampung untuk perbaikan akses jalan provinsi tersebut.

Lihat juga...