Ketua Agupena Flotim Tekankan Pentingnya Literasi Digital pada Generasi Muda

Editor: Irvan Syafari

378

LARANTUKA — Sudah saatnya kemampuan membaca masyarakat, khususnya generasi muda diarahkan memahami arus informasi digital dan keadaban bermedia sosial. Apalagi saat ini merupakan era literasi digital.

“Jangan sampai, perkembangan digital justru menimbulkan masalah dan menciptakan konflik di tengah masyarakat. Ini yang harus dipahami generasi muda kita agar bisa lebih cerdas memahami informasi yang diterima,” tutur Maksimus Masan Kian, Kamis (8/3/2018).

Ketua Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) Flores Timur (Flotim) ini kepada Cendana News mengatakan, pihaknya telah menyelenggarakan seminar nasional “Digital Literacy” (Literasi Digital) beberapa waktu lalu agar masyarakat memahami pentingnya seminar itu dan tantangan setelahnya, apa yang harus dilakukan.

“Tanggal 1 Maret 2015, tiga tahun silam Agupena Flotim terbentuk atas inisiatif 26 guru. Sejak itu walau tertatih-tatih program-program dan kegiatan rutin dijalankan. Hingga kini, iklim ilmiah di Flotim mulai tumbuh yang membuka ruang untuk hadirnya kelompok atau komunitas lainnya berkembang dalam bidang literasi,” terangnya.

Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon mengapresiasi Agupena Flotim yang selalu teguh dalam gerakan literasi meski dihujani banyak kritikan. Dirinya mengaku kagum dengan kegiatan yang dilakukan Agupena Flotim selama ini dan diam-diam dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah selalu mengamati gerakan literasi di Flotim yang selama ini dihidupkan oleh guru-guru kampung.

“Tak perlu gedung megah sebagai perpustakaan tapi cukup dengan sebuah gubuk kecil yang penting menyediakan buku bacaan yang memadai. Selain itu, disertai motivasi yang mengajak masyarakat terutama anak sekolah untuk selalu membaca buku,”tuturnya.

Anton tegaskan,jika gerakan literasi sudah mengakar di masyarakat baru dirinya bersedia mendeklarasikan Flotim sebagai Kabupaten Literasi. Menurutnya gerakan literasi di Flotim terus berkembang setiap hari dan berharap selalu bertumbuh dan mengakar di masyarakat.

“Hidupnya gerakan literasi di Flotim, tidak lepas dari inisiatif orang muda terutama guru muda yang terwadah dalam Agupena Flotim.kelompok masyarakat lainnya perlu meniru apa yang telah dilakukan Agupena agar gerakan literasi bisa tumbuh,” sebutnya.

Kegiatan seminar nasional Literasi Digital yang dilaksanakan oleh Agupena Flotim di Larantuka-Foto: Ebed de Rosary.

Tak lupa Anton berpesan kepada para guru agar menjadi seorang penulis yang baik, bijak menggunakan media sosial dalam bingkai nilai Kelamaholotan. Terutama dalam menyampaikan kritik dan saran agar tetap menjaga sopan santun sebagai orang Lamaholot.

Baca Juga
Lihat juga...