banner lebaran

Ketua MK : Persidangan Sengketa Pilkada Rawan Suap

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

213

JAKARTA —- Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Repulik Indonesia, Arief Hidayat meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sejumlah lembaga terkait lainnya untuk mendampingi selama persidangan kasus sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Ia khawatir persidangan tersebut berpotensi terjadinya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, potensi kerawanan suap sengketa hasil Pilkada serentak yang ditangani MK biasanya marak terjadi.

“Biasanya potensi kerawanan bisa saja terjadi terkait proses persidangan gugatan terkait hasil penetapan pemenang dalam Pilkada serentak,” kata Ketua MK Arief Hidayat yang didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Senin (12/3/2018).

Menurut Arief Hidayat sebenarnya MK beberapa kali telah mengundang KPK untuk melakukan pelatihan terkait dengan integritas secara langsung kepada pejabat MK. Sejumlah pejabat Ikut dalam pelatihan integritas bersama KPK, mulai dari Ketua, Kepala Satuan Direktorat, Pajabat Eselon I hingga IV dan pegawai MK lainnya.

Arief Hidayat mengaku hanya bisa berharap semoga dengan adanya pendampingan dan pengawasan dari KPK akan menghindarkan atau menjauhkan MK dari kasus perkara suap atau graifikasi.

Namun dirinya tidak bisa memastikan 100 persen apakah nantinya institusi MK akan benar-benar bersih dari kasus korupsi seperti yang pernah terjadi di masa lalu.

“Kami jelas butuh dukungan dari sejumlah pihak, mulai dari KPK hingga media massa, mudah-mudahan ke depannya jangan sampai terulang lagi” pungkas Arief Hidayat.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebutkan, KPK sebagai salah satu intitusi penegak hukum anti korupsi atau anti rasuah siap melakukan pendampingan dan membantu MK dalam rangka monotoring.

“KPK Siap melakukan pendampingan selama pelaksanaan sidang gugatan terkait sengketa penetapan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)” tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.