Kivlan Zein Minta Negara Lakukan Taubat dan Maaf Nasional

Editor: Irvan Syafari

339

KEDIRI — Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein meminta negara agar melakukan taubat dan maaf nasional untuk menyelesaikan masalah antara keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan keluarga kekejaman PKI.

“Kalau negara minta maaf kepada mereka, negara juga harus minta maaf kepada kita sebagai korban. Itu baru yang namanya maaf nasional dan taubat nasional. Jadi kita seluruh bangsa Indonesia bertobat kepada Allah, karena bangsa ini pernah berkelahi,” ujarnya saat menghadiri acara Refleksi 53 tahun teror PKI Kanigoro, Minggu (11/3/2018).

Menurut Kivlan, nanti negara harus mengakui bahwa memang permasalahan ini karena kesalahan negara yang tidak mampu mengatasi keadaan antara orang komunis dan orang bukan komunis. Tapi mereka komunis harus mengakui dulu kalau mereka memang bersalah dan meminta maaf kepada korban PKI.

Setelah itu, baru kita bisa saling bermaafan dan tutup buku. Karena dulu memang PKI yang lebih dulu menyerang umat Islam maupun tokoh nasional, baru setelah itu kita membalas mereka.

“Jadi negara bertobat, mereka bertobat, kita juga bertobat. Kita akan tawarkan hal ini ke lembaga kerukunan nasional,” ucapnya.

Tapi kalau hanya kita yang disuruh bertobat, tapi mereka tidak bertobat. Kita disuruh minta maaf, mereka tidak minta maaf. Itu namanya mau menang sendiri. Kalau mau menang sendiri, masalah bangsa ini tidak akan pernah selesai, tandasnya.

Mudah-mudahan nanti, Kepres yang keluar dan lembaga kerukunan nasional akan bekerja secara adil dan benar. Pemerintah harus selalu bersifat adil dan benar, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang damai, bangsa yang tidak saling curiga, bangsa yang tidak membuat hoax.

Karena sekarang banyak hoax yang sengaja dihembuskan untuk memunculkan kecurigaan. Karena doktrin mereka yaitu doktrin propaganda, memutar balik fakta, fitnah dan adu domba.

“Marilah kita berdoa untuk bangsa ini, marilah kita waspada terhadap kejadian yang dulu. Kita bisa memaafkan keadaan, tapi kita tetap harus waspada. Kita tawarkan kepada mereka untuk tobat nasional dan maaf nasional,” tutupnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk