KKT Uji Coba Direct Call Pertama Balikpapan-Shanghai

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

239

BALIKPAPAN — Setelah melakukan pengurusan selama satu tahun lebih, uji coba ekspor (Direct Call) dengan rute Balikpapan-Shanghai mulai dilaksanakan hari ini (26/3/2018).

Pengapalan perdana ditandai dengan pengangkutan kontainer-kontainer ke kapal Laila yang bersandar di Pelabuhan peti kemas kariangau yaitu PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

Direct call dengan tujuan Shanghai mengangkut komoditas unggulan kalimantan Timur dan Kaltara seperti Plywood, biji kernel yang merupakan produk perikanan dan cangkang sawit.

Rute kapal dari Jakarta Semarang-Surabaya-Balikpapan. Dari Balikpapan ke Shanghai perjalanan langsung dengan waktu perjalanan 17 hari. Tentu ini menghemat waktu yang biasa satu bulan, sekaligus menghemat logistik,” kata Direktur Utama PT KKT M Basir, di sela uji coba direct call, Senin (26/3/2018).

Dengan adanya pelayanan melayani direct call dikatakannya, akan memberikan efisiensi waktu dan biaya logistik sekaligus akan menumbuhkan ekonomi lokal dan nasional.

“Tentu saja akan menumbuhkan ekonomi sekitar dan lapangan pekerjaan. Memang tidak mudah mengurus direct call, butuh waktu yang panjang. Sehingga dengan adanya ini semua pihak dapat mendukung dan membantu agar dapat berjalan maksimal,” tandasnya.

M Basir (Paling Kanan)
Dirut KKT M Basir bersama Jemie Liu Manager Direktur SITC Indonesia. Foto: Ferry Cahyanti

Basir menjelaskan setiap bulan akan ada empat kali kapal yang mengangkut ekspor langsung dan diharapkan jumlahnya yang diangkut pun akan bertambah.

“Harapannya empat kali dalam seminggu bisa diangkut, artinya satu minggu sekali bisa mengangkut barang ekspor dengan potensi komoditas unggulan Kaltim,” sebutnya.

Manager Direktur SITC Indonesia Jemie Liu mengatakan direct call di Balikpapan sebagai strategis bisnis karena tinggi persaingan angkutan perkapalan luar negeri. Sehingga yang dilakukan yaitu jemput bola bagi daerah-daerah yang memiliki produk ekspor dengan kemudahan direct call.

“Sangat menghemat waktu dari 35 hari jadi 17 hari sehingga biaya jadi lebih murah juga. Solusi untuk ekspor dan impor,” tambahnya.

Ia menyebutkan dalam pelayanan direct call juga melayani rute Korea, Jepang, Taiwan, Filipina, Thailand.

“Ini memudahkan, mengefektifkan berharap nanti lebih banyak kontainer yang diangkut,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Balikpapan menyampaikan pengangkutan ekspor langsung ini diyakini akan menumbuhkan ekonomi sekitar khususnya Kaltim.

“Pastinya pergerakan ekonomi akan bergerak. Kami akan ajak teman-teman pelaku usaha logistik melihat potensi dan bisa mengambil bagian,” imbuhnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.