banner lebaran

Komoditi Pertambangan Dominasi Ekspor Kaltim

Editor: Koko Triarko

261

BALIKPAPAN — Sepanjang 2017, komoditi pertambangan masih menduduki peringkat pertama dalam kegiatan ekspor d iwilayah Kalimantan Timur. Realisasi ekspor sektor pertambangan dengan komoditi batubara mencapai US$ 9.726,596 atau 9,72 juta US Dolar.

Komoditi unggulan selanjutnya hasil kayu olahan, hasil industri kimia, hasil perikanan dan kelautan, hasil hutan ikutan, hasil pertanian dan perkebunan, serta hasil industri lainnya. Dari sejumlah komiditi ekspor tersebut, ekspor nonmigas Provinsi Kaltim sebesar US$ 13,22.

Kabid Perdagangan Luar Negeri, Disperindagkop dan UMKM Kaltim, Elvina. –Foto: Ferry Cahyanti

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Kaltim, Elvina, menjelaskan, realisasi ekspor nonmigas pada 2017 itu mengalami kenaikan sebesar 31,50 persen, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Naiknya realisasi ekspor itu dipengaruhi oleh mulai membaiknya harga batubara di pasar internasional. Pada 2017, ekspor didominasi oleh produk tambang 88,8 persen dari realisasi,” terangnya, Selasa (27/3/2018).

Untuk wilayah Kalimantan Timur, produk unggulan yang diekspor, menurutnya, terdapat tujuh unggulan, selain sektor pertambangan. Hanya saja, selama ini dalam melakukan ekpsor komoditi itu melalui Surabaya dan Jakarta.

“Selama ini ekspor melalui Tanjung Perak, Surabaya, dan Tanjung Priok, Jakarta. Surat keterangan asal dari Kaltim atau pabean dari Balikpapan,” ungkap Elvina, ketika ditanya produk ekspor Kaltim.

Ia menargetkan, tahun ini kegiatan ekspor di Kaltim bisa naik 15 persen dari realisasi 2017. Mengingat berbagai produk unggulan sudah banyak di Kaltim, tidak hanya migas.

“Apalagi tahun ini sudah ada direct call dan harapannya bisa mendongkrak ekonomi daerah,” harapnya.

Karena itu, Elvina mengatakan, pemerintah siap memfasilitasi dan membina para pengusaha di Kaltim, terutama mereka yang memiliki potensi ekspor sehingga ke depan mampu memanfaatkan keberadaan fasilitas direct call di Pelabuhan Peti Kemas Kariangau atau di KKT Kilometer 13, Balikpapan Utara.

“Pelaku ekspor yang terdata ada 108 eksportir. Kita berharap dukungan semua pihak direct call bisa berjalan baik. Kami juga siap fasilitasi dalam mensosialisasikan terkait fasilitas direct call,” sebutnya.

Ia menambahkan, dalam sosialisasi juga melibatkan Kadin Provinsi maupun Kota, agar sinergi untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada dan mendongkrak ekonomi Kaltim.

“Kita bekerja sama dengan Kadin Balikpapan dan Kaltim. Baik itu untuk eksportir dan importir, kami undang,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.