Komunitas Bintang Sejahtera NTB Advokasi Masyarakat Peduli Sampah

Editor: Irvan Syafari

411

MATARAM — Persoalan sampah hampir menjadi persoalan setiap daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Masalah sampah terutama di kota kerap menjadi sorotan dan dikeluhkan masyarakat

Hampir di setiap sudut kota, pinggiran jalan, selokan bahkan sungai, sampah banyak bisa ditemukan berserakan dan menjadi pemandangan menjijikkan.

Tingginya aktivitas manusia maupun perusahaan mengakibatkan volume sampah setiap hari juga semakin besar, baik sampah organik maupun non organik yang dihasilkan rumah tangga maupun aktivitas industri.

“Rendahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari pencemaran juga menjadi penyebab utama, mengapa permasalahan sampah tidak pernah bisa diselesaikan” kata Ketua Komunitas Bintang Sejahtera dan pengusaha sampah, Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, dihubungi via telepon, Rabu (21/3/2018).

Menurutnya, bagaimanapun pemerintah membuat regulasi dan kebijakan termasuk menyediakan fasilitas infrastruktur dibutuhkan, dalam upaya penanganan masalah sampah, tidak akan banyak efektif mengatasi masalah sampah, kalau kesadaran dan kepedulian masyarakat belum terbangun.

Petingatan hari peduli sampah nasional diharapkan tidak sekedar sebagai hari dengan melaksanakan kegiata seremonial sematan, tapi bisa dijadikan sebagai momentum meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat.

“Sudah saatnya pemerintah lebih konferensi, menggerakkan kesadaran bersama mengelola sampah, kalau kesadaran telah terbangun dengan baik, baru bicara infrastruktur”

Lebih lanjut Sawaludin menceritakan, dirinya sendiri bersama Komunitas Bintang Sejahtera, selain menjalankan bisnis daur ulang sampah, juga banyak melakukan advokasi di masyarakat.

Sampai sekarang jumlah komunitas yang bernaung di bawah Bintang Sejahtera mencapai ratusan komunitas yang tersebar di semua kabupaten kota NTB.

“Sampah yang dikumpulkan dari berbagai komunitas juga banyak diolah menjadi pupuk kompos untuk tanaman pertanian,” jelasnya.

Ditambahkan, kalau dihitung berdasarkan jumlah penduduk NTB sebanyak 5,1 juta jiwa, produksi sampah setiap tahunnya mencapai 1,2 juta ton per tahun, kalau itu bisa dikelola dan diolah dengan baik bisa mendatangkan. Keuntungan sampai miliaran rupiah.

Baca Juga
Lihat juga...