Konsumsi Daging Anjing Tinggi, DPRD Solo Usulkan Raperda Makanan Halal

Editor: Irvan Syafari

470

SOLO — Selain dikenal sebagai Kota Budaya, Kota Solo juga menjadi salah satu lokasi untuk memanjakan lidah dengan segudang kulinernya. Namun, akhir-akhir ini masyarakat Solo maupun sekitarnya dibuat resah dengan semakin tingginya konsumsi daging anjing yang dijajakan diberbagai lokasi di Kota Bengawan ini.

Ketua Fraksi PKS Sugeng Riyadi melihat perkembangan kuliner di Solo yang kian hari kian pesat, harus didukung dengan langkah riil untuk melindungi salah satu ikon kota Solo tersebut. Salah satunya adalah memberikan jaminan halal bagi produk makanan (kuliner).

“Melihat pertumbuhan kuliner di Solo, maka perlu upaya untuk melindunginya. Yakni salah satunya dengan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengawasan dan jaminan produk halal di Kota Solo,” kata Sugeng kepada Cendana News, Rabu (21/3/2018).

Perlunya Raperda tentang pengawasan dan jaminan produk halal itu mengingat munculnya berbagai kasus yang ditemukan terkait makanan. Salah satunya adalah adanya pelanggan yang tidak sengaja mengkonsumsi daging anjing, karena pihak penjual makanan tidak memberikan keterangan dengan jelas.

“Ada laporan masyarakat yang merasa dirugikan, karena penjual tidak memberikan keterangan dengan produk halal yang dijual. Warga merasa tertipu dan ini menambah tingkat konsumsi daging anjing jadi meningkat,” urainya.

Dijelaskan, pada 2017 lalu, LSM Dog Fried Solo mencatat setidaknya ada 1.200 anjing yang dibunuh setiap harinya untuk dikonsumsi. Suplai anjing tersebut berasal dari Jawa Barat maupun Jawa Timur. Di Solo sendiri terdapat 136 warung yang menjajakan makanan daging anjing.

Usulan Raperda produk makanan halal ini menurutnya juga merujuk Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang jaminan makanan halal. Adanya usulan Raperda diharapkan bisa segera dibahas dan pertengahan 2019 mendatang dapat disahkan.

“Adanya raperda tersebut nantinya para pelaku usaha kuliner di Solo akan diberi label makanan maupun minuman halal,” tandasnya.

Guna memuluskan usulan Raperda itu, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan sejumlah fraksi lain di DPRD Solo. Adanya Raperda itu dinilai sangat penting untuk melindungi konsumen agar tidak tertipu. Tak hanya warga Solo dan sekitarnya, namun juga tamu undangan pemerintah dan jajarannya serta wisatawan yang berkunjung ke Solo.

“Kita akan melakukan pendekan dan lobi kepada fraksi lain agar Raperda ini bisa dibahas dan segera disahkan. Karena Raperda ini saya kira bukan kali pertamanya di Indonesia. seperti di Batam maupun Medan sudah ada,” ucap Quatly Alkatiri, anggota DPRD Solo lainnya.

Baca Juga
Lihat juga...