Koperasi tak Terlibat dalam Politik Praktis

Editor: Satmoko

700

MAUMERE – Koperasi tidak mendukung salah satu calon yang maju bertarung dalam pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati Sikka tahun 2018 dan lebih memilih bersikap netral sebab koperasi tidak ingin digiring ke ranah politik.

“Anggota koperasi terdiri dari berbagai anggota yang mempunyai pilihan politik berbeda-beda. Apalagi ini merupakan hak asasi seseorang sehingga koperasi lebih memilih bersikap netral dan tidak mau terlibat mendukung siapa pun calon dalam Pilkada Sikka,“ tegas Yakobus Jano, Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Sabtu (17/3/2018).

Dikatakan Yakobus, koperasi apalagi KSP Kopdit Pintu Air tidak memberikan doktrin atau imbauan untuk memilih salah satu paket calon yang terlibat dalam Pilkada Sikka tahun 2018. Sebagai pimpinan dirinya melarang semua pengurus dan pegawai terang-terangan terlibat dalam politik praktis.

“Kita mengurus banyak orang bukan satu dua orang saja dan semuanya dengan pilihan politik berbeda. Kalau soal memilih calon tertentu itu hak pribadi seseorang dan tidak bisa kami paksakan,” sebutnya.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano (kiri) bersama Pater Leo Kleden, SVD. Foto : Ebed de Rosary

Kalau ada pengurus yang terlibat terang-terangan, tegas Yakobus, maka pihaknya akan memberikan teguran dan sanksi. Kalau ada satu dua orang yang mendukung salah satu calon terang-terangan, pasti akan ditindak karena akan mempengaruhi semangat kebersamaan.

“Saya berharap keberadaan koperasi diperhatikan oleh semua paket. Sebab nanti kalau menjadi bupati mereka harus melihat bahwa anggota koperasi juga perlu mendapatkan bantuan. Bukan saja calon yang berasal dari koperasi tetapi semua calon harus berkomitmen seperti itu,” tegasnya.

Bantuan yang diberikan dan sangat dibutuhkan koperasi bukan uang, lanjut Yakobus, tetapi memberikan pendidikan, pelatihan serta studi banding bagi anggota koperasi yang selama ini tidak pernah diberikan. Pendampingan dengan memberikan keterampilan sangat dibutuhkan oleh anggota.

“Kita lihat di DPRD Sikka tidak ada pembahasan tentang koperasi khususnya terkait bantuan kepada anggota koperasi. Pemerintah juga belum memiliki program untuk koperasi, belum ada sinergi padahal keterampilan anggota menjadi penting bagi anggota,” sebutnya.

Pihaknya, lanjut Yakobus, bukan mengkritik tetapi berharap koperasi yang murni swadaya perlu juga ada perhatian pemerintah. Khususnya, bagi anggota koperasi yang anggotanya banyak berasal dari kelas menengah ke bawah. Masyarakat jangan dibiarkan berjalan sendiri sebab ini juga menjadi tugas pemerintah.

Pater Leo Kleden, SVD mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KSP Kopdit Pintu Air sebagai sebuah gerakan yang awalnya diperkenalkan para pastor koperasi sudah mulai menggeliat di Indonesia dan berkembang pesat.

“Dari namanya, Pintu Air merupakan pertemuan antara sejumlah mata air dan air tersebut dialirkan lagi. Koperasi ini telah menjadi sebuah gerakan koperasi yang besar dengan anggota yang berasal dari kalangan menengah ke bawah seperti nelayan, petani dan buruh,” tuturnya.

Gerakan koperasi, kata Pater Leo, awalnya didirikan hanya untuk menyaingi kelompok kapitalis. Kelompok masyarakat kecil ini yang perlu mendapat perhatian dan diberdayakan. Sebab dengan semangat kebersamaan dan gotong royong semua bisa kuat dan mencapai kesejahteraan.

Baca Juga
Lihat juga...