KPK: Fayakhun Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Suap

Editor: Irvan Syafari

261
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA -—- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap Fayakhun Andriadi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Politikus Partai Golkar tersebut diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

KPK sebelumnya telah menetapkan Fayakhun sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan penerimaan suap atau gratifikasi, terkait proyek pengadaan alat komunikasi satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia. Yang bersangkutan selama ini diduga telah menerima sejumlah uang dari proyek di Bakamla.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Gedunug KPK Jakarta membenarkan, Fayakhun saat ini sedang menjalani pemeriksaan yang dilakukan penyidik di Gedung KPK Jakarta. Namun Febri masih belum bersedia memberikan keterangan secara rinci terkait pemeriksaan tersebut.

“Benar yang bersangkutan (Fayakhun Andriadi) saat ini sedang menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan penerimaan suap proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla,” ujar Febri di Gedung KPK Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Fayakhun diduga telah menerima sejumlah commitment fee sebesar satu persen atau sekitar Rp3 miliar dari total nilai keseluruhan proyek tersebut yang diperkirakan mencapai Rp300 miliar. Selain itu Fayakhun diduga juga telah menerima uang sebesar 300 ribu Dolar Amerika atau USD selama dirinya menjadi Anggota DPR RI.

Fayakhun selama ini diduga telah menyalahgunakan jabatannya dan kewenangannya sebagai salah seorang wakil rakyat di parlemen. KPK meyakini, Fayakhun mempunyai peran penting atau pengaruh terkait pembahasan hingga penganggaran proyek satelit monitoring di Bakamla.

Yang bersangkutan diduga mengetahui secara rinci terkait adanya rencana permohonan permintaan anggaran tambahan untuk keperluan pengadaan alat komunikasi satelit monitoring di Bakamla.

Fayakhun kemudian diduga meminta sejumlah imbalan kepada pejabat di Bakamla, sebagai salah satu syarat agar penganggaran proyek satelit monitoring di Bakamla tersebut berjalan sesuai dengan rencana.

Penetapan status tersangka terhadap Fayakhun tersebut sebenarnya merupakan bagian pengembangan pemyelidikan dan penyidikan yang dilakukan KPK sebelumnya. Petugas KPK dilaporkan pernah melakukan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan sebelumnya di Kantor Pusat Bakamla, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).

Baca Juga
Lihat juga...