KPK Geledah Rumah Dinas Hakim PN Tangerang

Editor: Irvan Syafari

368
Juru Bicara KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA —- Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan melakukan penggeledahan di Rumah Dinas (Rumdin) Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Dalam penggeledahan tersebut petugas KPK berhasil menyita sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta membenarkan kegiatan penggeledahan tersebut. Menurutnya kegiatan pemggeledahan tersebut dilakukan petugas KPK sebagai pengembangan terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Hakim dan Panitera Pengganti di PN Tangerang.

Menurut Febri sejumlah lokasi yang digeledah petugas KPK, masing-masing Rumah Dinas Komplek Kehakiman Tangerang dan Kamtor PN Tangerang. Selain itu petugas KPK juga melakukan penggeledahan di Kantor Pengacara HM Saipudin dan Agus Winarto di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Tiga tim KPK diturunkan ke sejumlah lokasi untuk melakukan penggeledahan terkait pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Tangerang, dalam penggeledahan yang dilakukan di Rumah Dinas (Rumdin) Hakim Wahyu Widya Nurfitri, petugas KPK berhasil menemukan sejumlah uang yang diduga sejumlah suap atau gratifikasi sebesar Rp7,45 juta,” kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Febri menjelaskan, uang tersebut ditemukan petugas dalam amplop warna coklat yang bertuliskan salah satu Kantor Hukum milik advokat atau pengacara yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Pengacara atau advokat tersebut diketahui sempat memberikan sejumlah uang yang diduga sebagai suap sebesar Rp7,5 juta sebagai uang muka.

Pengacara masing-masing diketahui bernama Agus Winarto dan HM. Saipudin. Mereka berdua disangkakan sebagai pihak pemberi suap kepada hakim Wahyu Widya Nurfitri. Uang tersebut tidak langsung diberikan kepada hakim yang bersangkutan, namun melalui perantaraan seorang oknum panitera pengganti PN Tangerang yang diketahui bernama Tuti Astuti.

Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan selama 2 hari, yaitu sejak Selasa kemarin hingga Rabu hari ini. Tidak tertutup kemungkinan kegiatan penggeledahan akan diperpanjang hingga beberapa hari. Lamanya kegiatan penggeledahan yang dilakukan petugas KPK tergantung kebutuhan penyidik, jika dirasa sudah cukup maka kegiatan tersebut tidak dilanjutkan atau dihentikan.

Hingga saat ini penyidik KPK sedikitnya telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka terkait kegiatan OTT di Tangerang. Masing-masing oknum hakim Wahyu Widya Nurfitri seorang oknum panitera pengganti Tuti Atika serta 2 orang pengacara atau advokat, yaitu HM Saipudin dan Agus Winarto. Keempat tersangka tersebut langsung ditahan penyidik KPK dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) milik KPK di Jakarta.

Baca Juga
Lihat juga...