KPK Kembali Periksa Enam Anggota DPRD Kota Malang

Editor: Irvan Syafari

370
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA —– Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa 6 orang tersangka oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jawa Timur. Keenam tersangka tersebut merupakan bagian ketiga (setiap bagian enam orang) dari 18 orang oknum anggota dewan, yang sebelumnya secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap sejumlah oknum anggota dewan tersebut. Mereka akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berupa penerimaan suap atau gratifikasi.

Keenam anggota dewan tersebut diduga telah menerima sejumlah aliran dana berupa uang tunai yang diduga sebagai suap atau gratifikasi terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, Pemerintah Kota Malang, Tahun Anggaran (TA) 2015. Uang suap tersebut diduga diberikan atas instruksi atau perintah Mochamad Anton, Wali Kota Malang periode 2014 hingga 2019.

Aliran dana tersebut diduga diberikan oleh Jarot Sulistiyono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kota Malang kepada Ketua DPRD Kota Malang Moch. Arief Wicaksono. Jumlah uang tersebut diperkirakan sebesar Rp700 juta. Oleh Arif uang tersebut dipotong Rp100 juta untuk keperluan dirinya sendiri. Uang sisa Rp600 juta diduga telah diberikan atau dibagi-bagikan kepada sejumlah oknum anggota dewan lainnya.

“Pemanggilan dan pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap 6 orang tersangka oknum Anggota DPRD Kota Malang tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan pasca kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang sebelumnya dilakukan penyidik KPK di wilayah Kota Malang, Jawa Timur,” kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Keenam oknum Anggota DPRD Kota Malang yang dipanggil penyidik KPK tersebut masing-masing adalah Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Sulik Lestyowati, Syaiful Rusdi dan Tri Yudiani. Dengan demikian selama tiga hari berturut-turut, penyidik KPK diketahui telah memeriksa seluruh dari 18 oknum anggota dewan, termasuk di antaranya Wali Kota Malang Mochamad Anton.

Hingga saat ini penyidik KPK secara resmi telah menahan 11 orang tersangka oknum anggota dewan dan 1 orang pejabat penyelenggara negara atau Wali Kota Malang Mochamad Anton. Mereka untuk sementara menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) milik KPK di Jakarta.

Hingga berita ini ditulis untuk sementara masih belum diketahui apakah 6 oknum anggota dewan tersebut akan langsung ditahan oleh penyidik KPK atau tidak. Namun yang jelas kegiatan pemeriksaan yang dilakukan pemyidik KPK terhadap keenam tersangka anggota dewan tersebut masih terus berlangsung di Gedung KPK Merah Putih Jakarta.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.