KPK Periksa 6 Tersangka Oknum Anggota DPRD Kota Malang Kasus Suap

Editor: Irvan Syafari

252
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA —- Sedikitnya  6 orang tersangka oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Malang, Jawa Timur diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka saat ini sedang menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kasus korupsi yang dimaksud adalah terkaut pemberian maupun penerimaan suap atau gratifikasi terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang, Tahun Anggaran (TA) 2015. Keenam anggota dewan tersebut sebelumnya memang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap bersama sejumlah oknum lainnya.

“Hari ini penyidik KPK memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang Anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur. Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembahasan APBD Peeubahan Pemerintah Kota Malang, Tahun Anggaran 2015,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Febri menjelaskan,keenam anggota yang diperiksa tersebut masing-masing diketahui bernama Salamet, Mohan Katelu, M. Zaenudin, Sahrawi, Suprapto dan Wiwik Hendri Astuti. Mereka hingga saat ini masih diperiksa dan dimintai keterangannya oleh penyidik KPK secara terpisah, namun dalam waktu yang hampir bersamaan.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, hingga berita ini ditulis pemeriksaan terhadap 6 tersangka anggota dewan tersebut diketahui masih terus berlangsung. Diperkirakan pemeriksaan tersebut akan memakan waktu cukup lama, karena besar kemungkinan mereka akan langsung ditahan oleh penyidik KPK.

Hingga saat ini penyidik KPK sedikitnya telah menetapkan 18 orang anggota dewan sebagai tersangka dan satu orang pejabat penyelenggara negara yaitu Wali Kota Malang Mochammad Anton atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Abah Anton. Yang bersangkutan diduga sebagai pihak penyuap atau pemberi suap kepada sejumlah oknum anggota dewan yang diduga sebagai pihak penerima suap.

Tersangka Anton diduga telah memberikan sejumlah uang masing-masing kepada sejumlah oknum anggota dewan selama dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Malang periode 2014 hingga 2019.

Uang tersebut diperkirakan sebesar Rp700 juta berasal dari pemberian Jarot Edy Sulistiyono, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kota Malang.

Uang tersebut kemudian diberikan kepada Mochamad Arief Wicaksono, mantan Ketua DPRD Kota Malang. Arif sempat mengambil uang tersebut sebesar Rp100 juta, berarti sisanya hanya tinggal Rp600 juta. Diduga uang tersebut kemudian didistribusikan atau dibagi-bagikan kepada sejumlah oknum anggota dewan dengan jumlah yang sangat bervariasi.

Tujuan pemberian sejumlah uang tersebut salah satunya untuk memuluskan terkait persetujuan atau pengesahan terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang, Tahun Anggaran (TA) 2015.

Namun sayang pada saat sedang dilakukan transaksi, petugas KPK langsung menggelar kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kota Malang dan sekitarnya.

Baca Juga
Lihat juga...