KPK Periksa Made Oka Masagung, Tersangka Kasus Korupsi E-KTP

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

335

JAKARTA — Made Oka Masagung (MOM), salah satu tersangka dugaan suap proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK Jakarta.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah membenarkan terkait pemeriksaan namun ia belum bersedia memberikan informasi lebih rinci terkait apa saja meteri pemeriksaan yang ditanyakan oleh pihak penyidik.

“Penyidik KPK telah selesai melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan MOM, yang bersangkutan mulai diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik yang berbasis NIK” jelas Febri di Gedung KPK Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Hal yang sama juga dilakukan tersangka Made Oka Masagung pada saat keluar meninggalkan Gedung KPK Jakarta. Ia memilih hemat berbicara ketika ditanya sejumlah wartawan.

Ia hanya mengatakan bahwa pemeriksaan masih seputar nama-nama sejumlah pihak yang selama ini diduga telah menerima aliran dana yang berasal dari proyek e-KTP.

“Tadi saya sempat menjalani pemeriksaan dan ditanya penyidik KPK seputar nama-nama pihak yang diduga telah menerima sejumlah aliran dana dari proyek pengadaan e-KTP, sementara hanya itu saja, tidak ada yang lain” kata Made Oka Masagung.

Sementara itu, hingga saat ini penyidik KPK sedikitnya telah menetapkan sejumlah tersangka yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Masing-masing adalah Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Setya Novanto, Markus Nari, Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Proyek pengadaan e-KTP Tahun Anggaran (TA) 2011 hingga 2012 diketahui telah menghabiskan anggaran keuangan negara sebesar 5,9 triliun Rupiah. Namun dalam kenyataannya proyek pengadaan e-KTP tersebut dikorupsi, sehingga berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar 2,3 triliun Rupiah.

Baca Juga
Lihat juga...