KPK Periksa Sejumlah Ketua Fraksi DPRD Lampung Tengah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

242
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah Ketua Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah sebagai saksi kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kasus korupsi yang dimaksud adalah pemberian sejumlah uang yang diduga sebagai suap atas perintah Bupati Lampung Tengah Mustafa kepada sejumlah oknum Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

Berdasarkan pantuan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, sedikitnya ada tiga Ketua Fraksi yang dipanggil sekaligus diperiksa penyidik KPK. Ketiga saksi tersebut masing-masing Iskandar (Fraksi PKB), M. Ghofur (PKS) dan Roni Ahwandi (Golkar).

“Penyidik KPK memanggil sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari unsur Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Lampung Tengah, keterangan saksi untuk melengkapi berkas perkara pemeriksaan untuk tersangka J. Natalis Sinaga, terduga pihak penerima suap atau gratifkasi dari Mustafa, Bupati Lampung Tengah non aktif” jelas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Senin (12/3/2018).

Ditambahkan, KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lainnya, masing-masing Gunarto dari unsur swasta, Riski Ismail seorang ajudan atau pengawal probadi Bupati Lampung Tengah dan Edwin Syahruzad, Direktur PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Penyidik KPK hingga saat ini sudah telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, masing-masing dua orang sebagai pihak pemberi suap yaitu Mustafa (Bupati Lampung Tengah) dan Taufik Rahman (Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah).

Sedangkan dua orang tersangka lainnya yang diduga sebagai pihak penerima suap adalah J Natalis Sinaga (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah) dan Rusliyanto (Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah). Keempat tersangka tersebut saat ini sedang menjalani masa penahanan dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Jakarta.

“Untuk sementara penyidik KPK telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka, hingga saat ini sudah banyak saksi-saksi yang diperiksa terkait suap atau gratifikasi untuk memuluskan persetujuan terkait proposal Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah yang akan mencari dana pinjaman sebesar Rp300 miliar kepada PT. SMI untuk membangun sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Lampung Tengah, Provinsi Lampung” pungkas Febri.

Lihat juga...

Isi komentar yuk