KPK Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Lampung Tengah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

392

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Mustafa, Bupati Lampung Tengah non aktif.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah menyebutkan, sedikitnya ada empat orang saksi yang diperiksa untuk tersangka penerima suap atau fratifikasi yaitu J. Natalis Sinaga, mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah. Masing-masing Musa Ahmad, Yanissa Bayu Ardi, Wibisono Panji Nugroho dan Darwis Agung.

Musa Ahmad merupakan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Yanissa Bayu Ardi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Dokumentasi Hukum Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

“Sedangkan Wibisono Panji Nugroho dan Darwis Agung dari unsur swasta,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Jumat (16/2/2018).

Pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi tersebut berkaitan dengan pengembangan penyelidikan terkait kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar petugas KPK di sejumlah lokasi yang berbeda. Di antaranya di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, Kota Bandar Lampung dan Jakarta.

Dalam OTT tersebut, petugas KPK berhasil mengamankan sejumlah orang dan juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai. Uang tersebut diduga untuk menyuap sejumlah oknum Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

Jumlah uang tersebut diperkirakan mencapai Rp1 miliar, dengan perincian masing-masing Rp100 juta berasal dari pemberian Dinas Bina Marga, sedangkan Rp900 juta berasal dari pemberian atau sumbangan dari pengusaha atau kontraktor setempat.

KPK meyakini uang tersebut diberikan agar DPRD Kabupaten Lampung Tengah menyetujui terkait proposal pengajuan dana dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Pemberian suap atau gratifikasi tersebut diduga untuk memuluskan terkait adanya rencana atau proposal pengajuan dana pinjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah kepada PT. SMI sebesar Rp300 miliar, dana pinjaman tersebut tersebut menurut rencana akan dipergunakan untuk membiayai sejumlah proyek pembangunan proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Lampung Tengah,” pungkas Febri Diansyah.

Baca Juga
Lihat juga...