KPK Periksa Setya Novanto dan Irvanto Hendra Pambudi Secara Bersamaan

Editor: Irvan Syafari

276
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA —– Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang tersangka, masing-masing Setya Novanto dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dalam waktu yang bersamaan. Irvanto diketahui merupakan keponakan Setya Novanto, mantan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009 hingga 2014.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, tersangka Setya Novanto tampak terlihat datang lebih dulu di Gedung KPK Jakarta. Tak lama kemudian menyusul datang tersangka Irvanto, kedua tersangka tersebut datang mengenakan rompi tahanan KPK warna oranye.

Hingga malam ini pemeriksaan yang dikakukan penyidik KPK terhadap kedua tersangka tersebut masih terus berlangsung. Kedua tersangka tersebut hari hanya diperiksa dan dimintai keterangannya dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudiharjo (ASS), mantan Direktur Utama (Dirut) PT Quadra Solution.

Sebelumnya penyidik KPK tadi sore juga sempat melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Meski telah berstatus sebagai tersangka, namun Andi hanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung (MOM).

“Penyidik KPK malam ini melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Setya Novanto dan Irvanto secara bersamaan, mereka akan bersaksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudiarjo), sementara itu tersangka lainnya yaitu Andi Agustinus juga diperiksa sebagai untuk tersangka Irvanto dan Made Oka Masagung,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap Setya Novanto dan Irvanto tersebut diduga berkaitan dengan persiapan persidangan lanjutan terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kasus korupsi yang dimaksud adalah dugaan penerimaan suap atau gratifikasi terkait proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Kalau tidak ada perubahan, persidangan lanjutan kasus perkara e-KTP menurut rencana akan kembali digelar pada Kamis besok di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Sementara itu agenda persidangan besok memasuki tahap pemeriksaan terhadap terdakwa yaitu Setya Novanto.

Berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pendanaan proyek pengadaan e-KTP tersebut diketahui berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2011 hingga 2012. Total anggarannya diperkirakan mencapai 5,9 triliun rupiah, namun proyek pengadaan e-KTP tersebut diduga “digelembungkan” sehingga berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar 2,3 triliun rupiah.

Baca Juga
Lihat juga...