KPK Serahkan 4 Terpidana Kasus Korupsi ke Lapas Sukamiskin Bandung

Editor: Koko Triarko

311
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan empat orang terpidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kabupaten Baandung, Jawa Barat. Penyerahan atau eksekusi keempat terpidana tersebut dilakukan Kamis, (1/3) kemarin.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, menjelaskan, penyerahan sejumlah terpidana tersebut dilakukan setelah kasus perkara yang bersangkutan telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah. Keempat orang terpidana tersebut masing-masing terkait dua kasus perkara korupsi yang berbeda.

“Kemarin KPK telah menyerahkan atau mengeksekusi empat orang terpidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) kepada pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, keempat orang terpidana tersebut masing-masing Bayu Dwinarto Utomo, Eka Wandoro Dahlan, Tubagus Dony Sugiukti dan Dudung Purwadi”, kata Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Bayu Dwinarto Utomo merupakan Project Manager PT. Brantas Abipraya, sedangkan Eka Wandoro Dahlan merupakan Legal Manager PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC). Kedua terpidana kasus korupsi tersebut masing-masing  divonis hukuman 1 tahun 8 bulan penjara serta denda Rp50 juta.

Tubagus Donny Sugihmukti, Direktur Utama PT. KIEC divonis hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta. Terpidana Bayu, Eka dan Tubagus Donny divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Serang, Banten. Ketiga terpidana tersebut sepakat untuk tidak mengajukan banding alias menerima vonis hukuman tersebut.

Sementara itu, terpidana Dudung Purwadi merupakan Direktur Utama (Dirut) PT. Graha Duta Indah (DGI). Dudung Purwadi divonis hukuman 4 tahun 8 bulan penjara dan denda sebesar Rp250 juta.

Dudung Purwadi merupakan terpidana kasus perkara korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Universitas Udayana, Denpasar, Bali Tahun Anggaran (TA) 2010 hingga 2011.

“Terpidana Dudung Purwadi diduga juga melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam kasus yang berbeda, salah satunya terkait proyek pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun Anggaran (TA) 2010 hingga 2011, penyidik KPK sedang mempelajari sekaligus mengembangkan kasus tersebut, hingga saat ini penyelidikan masih terus berjalan”, pungkas Febri Diansyah.

Baca Juga
Lihat juga...