KPK Tahan Wali Kota dan Enam Anggota DPRD Malang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

276

JAKARTA — Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) menahan Moch. Anton, Wali Kota Malang dan enam oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Penahanan dilakukan setelah sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan korupsi.

Hingga saat ini KPK telah menetapkan 19 orang tersangka dalam kasus dugaan pemberian suap Wali Kota terhadap sejumlah oknum Anggota DPRD Kota Malang. Pemberian suap bertujuan untuk memuluskan proses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Malang, Tahun Anggaran (TA) 2015.

Pantuan Cendana News, satu per satu tersangka tampak terlihat keluar meninggalkan Gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye.

“Penyidik secara resmi telah menahan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi pembahasan Rancangan APBD Pemerintah Kota Malang, TA 2015,” jelas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Disebutkan, mereka akan menjalani masa penahanan sementara selama 20 hari ke depan dan dititipkan di sejumlah Rumah Tahanan (Rutan) milik KPK di Jakarta.

Ketujuh orang yang ditahan tersebut masing-masing adalah Moch. Anton atau Abah Anton, Wali Kota Malang, Jawa Timur. Sedangkan enam orang lainnya adalah oknum Anggota DPRD Kota Malang, masing-masing adalah Abdul Rachman, Rahayu Sugiarti, Heri Pudji Utami, Henry Subiantoro, Sukarno dan Yaqud Ananda Gudban.

Yaqud Ananda Gudban
Calon Wali Kota Malang Yaqud Ananda Gudban (berjilbab) resmi ditahan KPK. Foto: Eko Sulestyono

Sementara itu, dua dari tujuh orang tersangka yang telah ditahan berencana maju dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung sebagai calon Wali Kota Malang. Masing-masing Moch. Anton dan Yaqud Ananda Gudban.

Penyidik KPK menduga bahwa Moch. Anton dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Malang diduga telah memerintahkan atau memginstruksikan kepada bawahannya untuk mencarikan uang atau dana dari pihak ketiga. Dana tersebut diduga berasal dari sejumlah pengusaha atau kontraktor di Kota Malang.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.