Kukhih Bung, Lezat Ditemani Ikan Asin Peda

Editor: Satmoko

466

LAMPUNG – Kelezatan kuliner tradisional khas suku Lampung dikenal dengan bahan bahan yang berasal dari alam dengan kesegaran alaminya. Salah satunya dikenal dengan nama Kukhih Bung.

Menurut Siska (50) kuliner tradisional khas untuk teman makan nasi tersebut dikenal dalam bahasa Indonesia dengan bung santan kental. Bahan baku yang mudah diperoleh dari jenis tunas bambu muda ori serta bambu betung yang memiliki rebung putih. Bambu warna hijau saat besar tersebut, diakui Siska kerap tumbuh di dekat sungai yang sengaja ditanam sebagai penahan longsor.

Sebelum diolah menjadi kuliner kukhih bung, Siska menyebut, rebung bambu ori yang besar dibersihkan dari kulit yang mengandung bulu. Proses pembersihan dilakukan di pinggir sungai pada air yang mengalir agar bulu atau dikenal dengan lugut bersih. Selanjutnya, rebung muda diserut tipis atau dicincang dengan pisau dan direndam dalam air bersih selama satu malam.

Kukhih bung siap dihidangkan dengan nasi hangat [Foto: Henk Widi]
“Jika ingin langsung diolah juga bagus dengan catatan direbus dengan air hangat terlebih dahulu atau direndam semalaman untuk menghilangkan getah dari tunas bambu muda tersebut,” terang Siska, salah satu warga Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, saat ditemui Cendana News tengah memasak kukhih bung di rumahnya baru-baru ini.

Setelah bahan baku rebung cincang disiapkan, proses pengolahan selanjutnya dilakukan oleh Siska dengan berbagai jenis bumbu rempah. Bumbu kukhih bung disebut Siska dominan dengan bumbu rempah yang khas sebagai penghangat badan di antaranya bawang merah, bawang putih, merica, jahe dan cabai Jawa khas Lampung, tomat rampai, serta penyedap rasa. Semua bumbu digerus menggunakan cobek batu hingga halus selanjutnya ditumis hingga berbau harum.

Sebelum proses penumisan bumbu bahan lain yang disiapkan di antaranya santan kelapa tua yang sudah diperas. Santan yang sudah disiapkan akan dicampurkan setelah bumbu dan rebung muda dipanaskan terlebih dahulu hingga tercampur sempurna. Setelah cukup tercampur sempurna, santan dituangkan dalam wajan dan didiamkan sekitar setengah jam hingga matang.

“Proses pengentalan santan dilakukan dengan memilih kelapa yang tua dan saat memasak kukhih bung jangan sering diaduk,” beber Siska.

Ikan asin peda jadi teman makan kukhih bung yang lezat [Foto: Henk Widi]
Rebung muda yang sudah direndam semalam pasca-dicincang, diakui Siska membuat kukhih bung akan empuk saat disantap. Ditambah proses pemasakan dengan santan kelapa, kukhih bung akan tercampur sempurna dengan bumbu-bumbu lain. Tambahan bumbu berupa belimbing wuluh serta tomat rampai yang diiris bisa disertakan saat menjelang kukhih bung matang.

Tambahan belimbing wuluh, tomat rampai dan cabai merah utuh, diakui Siska membuat sensasi kukhih bung bercita rasa gurih, asam. Berbeda dengan sayur santan lain, Siska mengaku, kukhih bung tidak diberi gula melainkan dominan diberi merica dan hanya memakai penyedap rasa. Rasa manis dari rebung muda disebutnya akan hilang ciri khasnya jika ditambahi gula.

“Cita rasa kukhih bung adalah mempertahankan keaslian rasa segar tunas bambu muda sehingga tanpa gula justru akan sangat terasa,” beber Siska.

Setelah matang sayur kukhih bung siap dihidangkan dalam wadah khusus untuk disajikan dalam kondisi hangat bersama nasi yang masih mengepul. Kukhih bung disebut Siska akan semakin mantap disajikan berpasangan dengan ikan asin peda. Ikan asin yang sudah direbus dan dikeringkan tersebut menjadi lauk yang pas saat menyantap kukhis bung.

Proses pembuatan ikan asin peda pun  sangat sederhana, di antaranya bumbu cabai rawit diiris, diberi bawang merah, dan sedikit gula merah. Ikan asin peda yang sudah matang akan terlihat seperti ikan sambal yang lezat dan menjadi teman menyantap kukhis bung yang menggoda.

Sajian tersebut diakui Siska diperoleh dari kekayaan alam Lampung yang terdiri dari pegunungan penghasil bambu dengan rebungnya, dan laut dengan ikan pedanya.

Baca Juga
Lihat juga...