Lelaki yang Berselingkuh dengan Hantu

Editor: Satmoko

1.460
Salah satu adegan Film Danur 2 Maddah (Foto Istimewa/Dok PH MD Pictures dan Pichouse Films)

APA yang akan kita lakukan jika melihat paman kita berjalan dengan orang lain yang berbeda jenis? Kalau kita melaporkan pada bibi tentu akan menjadi pertengkaran yang tentu akan merusak rumah tangga paman-bibi kita.

Namun bagaimana jika orang lain itu hanya kita sendiri yang melihatnya, dan yang kita lihat adalah hantu? Demikian yang mengemuka dalam film Danur 2: Maddah.

Film ini diawali dengan adegan paman Risa yang menuturkan pengalamannya berhubungan dengan hantu. Ia ceritakan sangat cantik sekali, seksi dan juga baik hati. Tentu siapa pun akan tergiur, apalagi daya pikatnya begitu sangat melenakan. Kata orang, cinta itu buta, memang kalau orang yang sedang mabok kepayang pandangannya dibutakan. Semua serba indah. Dunia seperti hanya milik berdua.

Kemudian, adegan berganti dengan Risa (Prilly Latuconsina) yang memiliki tiga sahabat hantu anak-anak: Peter (Gamaharitz), William (Alexander Bain) dan Jhansen (Kevin Bzezovski). Hantu anak-anak sebagaimana anak-anak pada umumnya, yang suka mainan sesuka hati. Selesai bermain dibiarkan begitu saja hingga berantakan. Tentu saja Risa marah dan memperingatkan kalau selesai main, mainan dirapikan dan dikembalikan pada tempat mainan. Dari situ sudah mulai keseraman terjadi.

Risa dikejutkan kehadiran dua hantu anak-anak lagi, teman dari sahabat hantu anak-anak yang tiba-tiba main di rumah. Risa tentu saja marah dan kemudian mengingatkan pada ketiga sahabat hantu anak-anak itu agar kalau mengajak teman-teman hantu main ke rumah izin lebih dulu pada dirinya. Karena Risa tentu tidak ingin rumahnya dijadikan tempat bersarang hantu anak-anak yang tak jelas.

Risa tinggal bersama adiknya Riri (Sandrina Michelle), yang jengah dengan kemampuan Risa bisa melihat hantu. Mereka untuk sementara juga hanya tinggal berdua karena ibunya menemani bapaknya dinas ke luar negeri. Riri yang masih anak-anak juga sebagaimana anak-anak pada umumnya, suka main mainan. Sebagai anak perempuan, Riri suka main bola bekel. Riri tampak begitu asyik main sendiri dengan bola bekelnya, tapi diam-diam hantu anak-anak memperhatikan dan sesekali menjahili Riri.

Keluarga paman Risa, yaitu Ahmad (Bucek Deep), baru pindah ke Bandung bersama istrinya, Tina (Sophia Latjuba) dan Angki (Shawn Adrian) anaknya. Karena sama-sama tinggal di Bandung, Risa dan Riri sering berkunjung bahkan menginap di rumah om Ahmad dan tante Tina. Risa sering ditelepon ibunya menemani bapaknya dinas ke luar negeri. Sang ibu tentu menanyakan kabar dirinya, kabar Riri, serta kabar keluarga paman Risa.

Awalnya, Risa tidak merasa ada yang aneh dengan rumah om Ahmad, namun suatu hari Risa memergoki om Ahmad pergi bersama seorang wanita. Risa hampir tidak percaya bahwa omnya selingkuh, Risa tidak berani bilang ke tante Tina dan memilih menyelidiki sendiri. Risa yang indigo memang dapat melihat hantu sebagai sosok hantu.

Tapi tampaknya hal itu tidak disadari om Ahmad, pamannya, yang tampak memang benar-benar terpikat. Sang paman beli bunga yang tentu dipersembahkan pada hantu itu. Om Ahmad juga naik mobil bersama hantu itu. Semua itu dilakukan sebagaimana orang selingkuh, om Ahmad menyembunyikan hubungannya dengan hantu itu pada istrinya. Om Ahmad tampak lebih sering ke paviliun tentu agar bisa berduaan dengan hantu itu.

Tina, istri Om Ahmad, tak menaruh kecurigaan apapun karena Om Ahmad selalu memberi alasan untuk konsentrasi kerja jadi lebih sering ke paviliun yang tempatnya tak jauh dari rumah tinggalnya.

Dari jendela kamar, Tina dapat melihat bagaimana Om Ahmad tampak begitu sibuk dan konsentrasi sekali sendirian duduk menulis, yang memang tampak begitu sangat serius memikirkan pekerjaan. Padahal Om Ahmad ditemani hantu selingkuhannya. Tina tidak tahu kalau hantu itu begitu mesra memeluk Om Ahmad dari belakang dengan sangat erat. Om Ahmad dan hantu memang selalu asyik berduaan di paviliun.

Angki bercerita kepada Risa bahwa beberapa hal janggal belakangan kemudian terjadi dan yang paling aneh adalah sikap Om Ahmad berubah. Om Ahmad membeli banyak bunga sedap malam yang ditaruhnya di berbagai sudut rumah, bahkan sampai halaman rumah. Hal itu tentu karena pengaruh dari hantu yang sedang kasmaran dengan Om Ahmad.

Suatu waktu, Angki diganggu hantu pada saat malam-malam mau bikin kopi di dapur, betapa Angki sangat takut sekali karena hantu itu memperlihatkan wajahnya yang begitu menyeramkan. Hantu itu memang ingin anak-istri Om Ahmad pergi dari rumah itu agar ia bisa berduaan dengan Om Ahmad seorang.

Karena melihat hantu yang begitu menyeramkan, Angki meminta Risa untuk kembali menginap di rumahnya lagi. Risa tentu saja mau karena kasihan dengan rumah keluarga Om Ahmad yang mulai diganggu hantu jahat itu. Mendengar Risa akan pergi ke rumah itu, tiga sahabat hantu anak-anak: Peter, William dan Jhansen, mengingatkan agar Risa tidak pergi ke rumah itu karena sangat berbahaya sebab rumah itu dihuni hantu yang sangat jahat.

Risa yang memang pemberani tetap bertekad menginap di rumah Om Ahmad, dan memang langsung diganggu oleh hantu perempuan yang begitu menyeramkan di rumah itu.

Saat malam tiba, Risa melihat Om Ahmad bersama hantu selingkuhannya di paviliun yang membuatnya mulai benar-benar bertekad bulat untuk menyelamatkan Om Ahmad dari pengaruh dan godaan hantu perempuan itu.

Film ini begitu menegangkan, menyeramkan, mendebarkan dari awal sampai akhir. Awi Suryadi, sutradara film ini, mampu menjaga intensitas ketegangan dengan baik. Berbagai adegan yang mengejutkan dibuat senatural mungkin. Musik horor yang mengiringi cukup memberi porsi keseraman yang terjadi hingga membuat kita sebagai penonton dibuat berdebar-debar selalu penasaran dari adegan ke adegan berikutnya.

Akting Prilly Latuconsina tampak kian matang. Ia menunjukkan penampilan yang prima. Perannya sebagai Risa, seorang gadis indigo, begitu menyakinkan. Prilly tampaknya memang semakin enjoy membintangi film horor, yang kalau terus dilakukannya, bisa seperti Suzanna, ratu film horor Indonesia, yang ikonik dan legendaris.

Beberapa pemain pendukung, tentu patut diapresiasi khusus misalnya pada pemain cilik yakni Sandrina Michelle yang berperan sebagai Riri. Aktingnya begitu natural sekali dengan peran anak-anak sebagaimana anak-anak pada kehidupan nyata. Ia dengan begitu luwes bermain bola bekel sebagaimana anak-anak bermain bola bekel.

Adapun Bucek Deep, Sophia Latjuba dan Shawn Adrian, mampu memainkan peran dengan porsi karakternya masing-masing. Bucek sebagai suami yang di bawah pengaruh hantu selingkuhannya. Sophia sebagai ibu yang baik dan istri setia. Adrian sebagai anak yang menunjukkan bakti dan perhatian pada kedua orang tuanya.

Menonton film produksi MD Pictures dan Pichouse Films ini, meski genre horor,  tak hanya meneror penonton dengan adegan-adegan yang menyeramkan, tapi juga menyelipkan pesan bagaimana perselingkuhan kalau dilakukan oleh salah seorang pasangan tentu akan berakibat kurang harmonisnya hubungan keluarga. Bahwasanya kebersamaan memang sangat dibutuhkan dalam sebuah keluarga.

Baca Juga
Lihat juga...